Hilang

1132 Kata

"Oke. Thank you," ucap Meeta. Ray tersenyum puas melihat respon Meeta yang melunak, tidak meledak seperti biasanya. Dengan gesit, Ray langsung membuka kantong plastiknya dan mengeluarkan kotak karton berisi dua jenis makanan yang berbeda. Tapi, sama enaknya. Apa lagi di saat perut Meeta sedang dalam posisi memaksa minta diisi. "Silakan. Makan sepuas kamu," ucap Ray mempersilakan. Karena Meeta merasa harus makan sesuatu, dia tidak menolak apa yang Ray lakukan. Dia mencomot satu martabak telur super tebal dan hangat. Aromanya benar-benar menggoda. Saat satu gigit martabak jatuh ke dalam mulut Meeta, seketika matanya melotot kaget. Martabak yang ia makan saat ini adalah martabak paling enak yang pernah ia cicipi. "Woah! Enak banget! Ini beneran outlet kamu yang bikin? Kamu serius buka usa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN