Nayra melajukan mobil dengan kecepatan tinggi dengan jalanan yang cukup lengang pagi ini tidak ada kemacetan seperti biasa. Nayramasih emosi dengan ucapan mamanya di meja makan tadi. Ya. Suami Nayra hanya Dean. Tidak ada yang lain selain Dean. Begitulah yang ada dalam pikiran Nayra saat ini. Nayra menghentikan laju mobilnya saat tiba diparkir pemakaman umum. Nayra memilih untuk mengunjungi makam suaminya pagi ini sebelum berangkat ke kantor. Nayra berjalan menuju makam suaminya dengan satu keranjang bunga yang akan Nayra taburkan diatas pusara Dean suami Nayra yang telah pergi meninggalkan Nayra selamanya. “Assalamu’alaikum.. Poy.. Apa kabar?” Nayra mengecup batu nisan bertuliskan nama Dean William lalu mengeluarkan pusara Dean sebelum menaburkan bunga diatas pusara Dean “Poy.. Aku rind

