Angin berderu kencang bersamaan dengan rintik perlahan turun dan membasahi bumi. Alif menguap dengan menggerakkan tangannya sedikit kaku. Akibat bergerak lincah di atas keyboard laptop selama satu jam lebih. Sedangkan Aura menutup jendela yang terbuka akibat hembusan angin. Sebagai gorden sedikit basah kena tampias. Perutnya pun kini sudah terlihat menonjol sedikit. Masuk bulan ketiga. "Lif ...." panggil Aura. Wanita itu meringsut dekat Alif. Melingkarkan kedua tangannya di leher Alif yang masih duduk di meja belajar. "Kenapa, hm?" tanya Alif. Menoleh dan mencium pipi Aura. "Pengen nugget," ucap Aura setengah merengek. Alis Alif terangkat satu. "Ngidam?" tanya laki-laki itu. Yang diangguki Aura. "Kayaknya iya, dari tadi aku udah kepengen makan nugget," ujar Aura, menyengir. Sekali l

