"Jihan kamu nggak apa-apa?" tanya Zavi ketika Jihan baru saja mengerjapkan matanya. Gadis itu perlahan duduk dan bersandar di kepala ranjang. Sedikit meringis karena rasa pusing di kepala. Menatap ke sekeliling, ternyata Jihan masih ada di dalam kamar hotel tempat mereka tadi. "Di sini nggak ada cctv? Biar kita tau orang yang hampir mencelakai Jihan," ujar Alif menatap manager hotel yang masih menunduk takut. "Di kamar ini belum di pasang cctv, Pak." Mendengar itu Zavi langsung berdecak keras. Menjadikan manager tadi semakin takut. "T-tapi di luar kamar hotel sudah terpasang cctv, Pak. Dan sudah berfungsi sebagiannya." Alif mengangguk pelan. "Bawa saya ke tempat cctv. Biar saya periksa," tukas Alif. Menoleh ke Zavi lagi. "Lo bawa aja Jihan pulang. Suruh istirahat sekalian besok kantor

