Mereka kesiangan. Itu salah satu picu kekacauan di pagi ini. Bangun jam setengah sembilan. Belum lagi mau masak sarapan. Sedangkan Aura mengomel tidak jelas. Menyalahkan Alif atas kesialan pagi ini. Karena malam tadi laki-laki itu tidak henti menggempurnya di atas tempat tidur. "Alif cepetan!" teriak Aura di depan pintu. Menunggu suaminya itu sedang membuat bekal. Sialnya lagi, pagi ini mereka sama-sama ada jadwal kuliah pagi. Jam sepuluh masuk dan sekarang udah jam setengah sepuluh. Sarapan aja belum sempat. Mana jarak dari rumah ke kampus memakan setengah jam di perjalanan. "Lama banget, sih," gerutu Aura saat melihat Alif datang tergopoh-gopoh. "Iya, iya sabar dong. Ini aku baru siapin bekal buat kamu." Alif memasukkan kotak makan itu ke dalam tas punggung yang Aura kenakan. Aura

