"Aku minta maaf karena selama ini udah salah tanggapan ke kamu." Gia duduk bersandar di kepala ranjang. Wanita itu baru sadar dari pingsannya. Tangisannya langsung pecah ketika sadar. Selama ini dia sudah salah orang dan selalu menyangka kalau laki-laki itu adalah orang yang sama. Ternyata bukan. Ratna maju dan duduk di pinggiran kasur dekat dengan Gia. Mengambil tangan wanita itu. "Saya paham. Tapi maaf untuk masalah Bani, sampai mati dia bahkan belum bertanggung jawab atas perbuatannya." Ratna menarik napas sedalam-dalamnya sebelum menghembuskannya perlahan. "Maka itu, setelah tau kamu hamil. Aku kekeuh untuk merawat kamu dan calon anak kamu. Kebetulan sekali waktu itu aku juga dalam keadaan hamil. Dan nggak bisa bayangin kamu sekuat itu berdiri tegak dengan dua tungkai kamu yang koko

