Sudah hampir setengah jam lebih agaknya. Alif ke luar membeli cemilan. Tapi suaminya itu tak kunjung juga datang. Aura menggerutu sedari tadi. Memilih mengambil laptop Alif dan membuka beberapa file foto yang baru saja dia pindahkan ke laptop. Aura tersenyum kecil melihat berapa banyak foto dirinya yang di ambil oleh Alif secara diam-diam. Dari pose Aura membenarkan jilbab yang tertiup angin. Aura tertawa, sampai dia memberenggut kecil karena kesal sama Alif. Ah, Aura pikir setelah jadi istri tak menyenangkan seperti ini. Iya sih, di awalnya mereka sering berantem gak jelas. Dan perlahan mereka membuka diri satu sama lain. Aura yang menopang dagu masih setia menekan mouse laptop. Melihat semua foto yang Alif potret. Suara ponselnya yang berdering, Aura mengurungkan niatnya untuk meneka

