Pulang

1131 Kata

"Ponsel matiin aja, Ra. Nanti kita kena telepon mulu." Itu saran Alif. Aura hanya bisa mendesah pasrah. Mungkin sampai tiga hari ke depan dia tidak membuka ponselnya dulu. "Tapi aku mau masukin foto kita," gumam Aura. "Nanti aja, tiga hari lagi." Alif menjawab. Kembali, Aura hanya bisa mengangguk. Merebahkan kepalanya di bahu Alif. Tidak peduli kalau sekarang mereka ada di dalam taksi, yang jelas pasti ada supirnya. Hampir saja Aura terlelap kalau Alif tidak menepuk bahunya. Dan mengatakan kalau mereka sudah sampai. Aura memilih turun. Mengeluarkan kursi roda Alif dari bagasi. Sedangkan koper-koper mereka di bawakan oleh supir taksinya. "Pelan-pelan," ujar Aura. Membantu Alif turun dan perpindah duduk ke kursi roda. "Makasihnya, pak." Aura tersenyum sambil memberikan ongkos taksi.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN