Dede dan Arsya sudah berada di atas tempat tidur, bersandar santai pada kepala ranjang dengan lampu kamar yang diredupkan, menciptakan suasana hangat dan tenang setelah hari yang cukup panjang. Pendingin ruangan berdengung pelan, sementara tirai jendela bergoyang sedikit tertiup angin pendingin ruangan yang mengarah langsung kearah tirai. Di antara mereka, selimut terlipat setengah, belum benar - benar dipakai karena obrolan ringan masih mengalir tanpa jeda. Seperti biasa, percakapan mereka dimulai dari hal - hal sederhana yang kemudian merambat ke topik yang lebih serius, namun tetap dibalut dengan kehangatan khas hubungan yang sudah terbiasa saling memahami. "O iya, tadi aku sama Tanti ada telponan," kata Dede yang tiba - tiba teringat telpon dengan Tanti. "Hmm ... cerita apa?" "Kata

