"Uhmm … sebenarnya aku belum periksa, Ma," aku Dede pelan, suaranya terdengar ragu meskipun ia berusaha tetap tenang. Ia menunduk sedikit, jemarinya tanpa sadar memainkan ujung handuk kecil yang masih ia pegang setelah mandi. "Cuma … aku sudah terlambat satu bulanan," lanjutnya, lalu berhenti sebentar sebelum menambahkan, "Mungkin malah sudah masuk lima minggu." Di layar, mata Mama Ana langsung membesar. Ekspresinya berubah cepat, dari santai menjadi penuh perhatian. "Langsung ke dokter aja untuk memastikan," katanya tegas, tanpa jeda. Dede menghela napas pelan. "Aku belum daftar. Di sini kan harus appointment dulu, Ma … dan itu nggak sebentar nunggunya," jelasnya. "Tadi aku sudah beli tespek, besok pagi mau kucoba." Mama Ana mengangguk pelan, mencoba menahan diri agar tidak terlalu

