Aida Nahira membuka mata. Hampa. Hanya mendengar suara denting jam yang bertalu, berdengung singgah di telinganya. Napasnya berubah berat. Apa ini efeknya kalau dia tidak meminum obat tidurnya? Dia akan tidur selama satu sampai dua jam, meninggalkan nyeri pada kepalanya dan berakhir kembali melamun menatap pemandangan Tokyo di malam hari dari jendela kamar apartemennya. Kedua kakinya memijak lantai. Berjalan menyusuri lantai dapur dan berakhir mengambil kaleng soda. Nahira terpaku sebentar, menatap kaleng itu dengan tatapan pias sebelum kembali acuh, dan menegaknya hingga tandas. Tarikan napasnya berubah berat. Kala dia melempar kaleng itu sembarangan dan berjalan mendekati jendela. Memandang hamparan pemandangan Tokyo yang tenang, dan kemelut di dalam hatinya sama sekali belum membaik.

