51

1827 Kata

"Terima kasih." "Sama-sama, anak muda. Aisssh, kenapa kau tampan sekali? Ini mengingatkanku pada suamiku dulu. Sayang, Tuhan lebih menyayangi dia daripada aku." Nato Azda termenung. Menerima bingkisan berisi roti isi dengan beberapa rasa dan isian daging serta sosis. Sudut bibirnya melengkung naik, menikmati ocehan perempuan paruh baya yang sepenuh rambutnya telah memutih. "Melihatmu yang sekarang, ketampananmu sama seperti suamiku dulu. Ah, senang sekali rasanya bisa mengenang kenangan itu." Matanya menerawang memandang langit di atas kepala. Hari ini Osaka cerah. Semalam dilanda hujan deras, dan mendapat pelangi di pagi hari. Matahari bersinar terang, tetapi sinarnya tidak membuat mereka panas. Terasa sejuk dan menenangkan karena bercampur gumpalan awan yang melintasi langit dalam ge

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN