"Aku memberitahu Nata." Alis Nahira terangkat tinggi. Saat dia menurunkan tangannya yang semula bersidekap memandang luar jendela kamar rumah sakitnya, dan mendesah panjang. "Aku sudah menduganya," ujar Nahira dingin. "Kau akan bersikap sebagai pahlawan kesiangan nanti." "Dia akan berterima kasih nanti setelah bisa menyelamatkan nyawa seseorang," kata Arra. Memicing menatap gadis itu dalam diam. "Kenapa kau lakukan ini?" "Aku tegaskan satu hal padamu. Aku bukan malaikat. Jika aku ingin melakukan kejahatan, aku tidak akan setengah-setengah meski nyawa taruhannya." Bibir Abram Arra menipis. "Apa yang kau lakukan ini ... salah." "Apa pun yang kulakukan, adalah kesalahan." Nahira mendongak menatap awan mendung yang berjalan melintasi langit. "Aku dilahirkan ke dunia ini pun, juga kesalah

