Argi tak lagi bisa menahan dirinya untuk terus menatap lurus ke depan. Kala itu iris mata itu mengerjap, menemukan Nato Azda tertunduk, meremas tangannya di atas pangkuan. "Di mana Tuan Aydin?" Suara Nata bergetar. Dia tidak menemukan apa-apa selain polisi yang memasang garis kuning dan mengatakan semua korban telah dilarikan ke rumah sakit. Azda mendongak. Menemukan Nata gemetar di depannya. Saat bibir Azda membuka, dan Nata langsung merangsek masuk ke dalam ruangan. Terpaku menemukan tubuh atasannya terbaring di atas ranjang. "Sial," suara Nata bergetar. Memandang sosok tak berdaya itu kini terlelap dalam damai. "Sialan, kau! Kenapa? Kenapa kau bodoh sekali?" Para perawat yang semula ingin menutup tubuh Aydin, harus berhenti. Membiarkan Nata berdiri di tepi ranjang, memegang tangan y

