Aydin mendengus. Matanya memicing menatap Aida Nahira datar. Tidak ada raut berarti yang bisa Aydin tunjukkan pada gadis yang hidupnya dipenuhi dusta seperti dirinya. "Pergilah. Kalau kau hanya bicara omong kosong." Aydin mengendik pada keamanan yang bersiap menyeret paksa lengan gadis itu pergi. Saat Nata mengangguk, dan Aydin memutar tubuhnya bersiap pergi, Nahira kembali berteriak. "Nala di Osaka! Dia di Osaka!" Merusak atensi tenang yang sempat terbentuk. Nata menghela napas kasar. Tangannya terkepal. Sudahlah, peduli setan dengan kelamin. Dia akan mengajak Aida Nahira berkelahi detik ini juga. "Kau terkejut aku tahu?" Nahira meringis. Menatap dingin pada dua keamanan yang masih setia mencengkram lengannya kasar. "Aydin, kau bukan apa-apa untuknya. Aku, aku sahabatnya. Aku tahu b

