"Kau tidak seharusnya bangga dengan pencapaianmu sekarang. Kau—juga tidak lebih dari sampah." Aida Nahira memejamkan mata. Menarik napas dalam-dalam kala dia melepas map cokelat berisi hasil diagnosis dokter yang sebenarnya. Percuma dia pergi ke rumah sakit terbaik. Toh, hasilnya akan tetap sama. Kanker rahim stadium dua. Cih, dia mendapat karma sekarang? Rasa-rasanya dia ingin tertawa. Apa sebentar lagi dia akan merasakan sakit? Sakit yang mungkin membunuhnya dari dalam. Nahira tidak buta tentang kanker dan segala resiko yang membayanginya sebentar lagi. Pada akhirnya, dia juga akan sama seperti manusia lain. Mati dan membusuk di dalam tanah. Apa bedanya? Mau sehat atau pun sakit, dia juga akan terkubur dalam-dalam. Dan dia akan dikenang? Nahira rasanya ingin tertawa. Dia akan dikena

