"Kau akan kembali besok?" "Hmm," Aydin menyendok kuah ramen dan mengangguk. Osaka sedang dilanda hujan deras dari sore, dan belum berhenti sampai malam tiba. "Dari Osaka, aku akan langsung terbang ke Tokyo. Aku kembali dengan pesawat terbang," ujar Aydin. Sumpit itu bergerak mengikuti arah gerak tangannya. "Jika sudah selesai, aku akan mengangkut barang-barangku untuk pindah ke dekat sini." Alis Nala tertaut. "Kau berniat membeli rumah?" "Heem," kepalanya mengangguk. "Kalau kau tidak mau aku membeli, aku akan membangunnya sendiri. Kira-kira dimana tempat yang bagus?" Nada suaranya bercanda. Nala mendengus. "Kau serius akan pindah dan meninggalkan Tokyo? Bagaimana perusahaan? Bagaimana dengan—," "Yang punya perusahaan aku. Yang mengurus segalanya aku. Kenapa kau ikut pusing?" Aydin me

