34

1185 Kata

"Aku berpikir untuk membawa ibumu pergi ke luar negeri. Dokter di sana lebih berkompeten dibanding dokter di rumah sakit Jepang." Nala menarik napas. Melepas tangannya pada talenan yang sedang dia cuci, sebelum matanya menatap kosong pada laci berisi koleksi piring dan gelas kaca. "Tidak perlu," ujarnya datar. Kembali mencuci alat makannya dan terdiam sebentar. "Tidak usah pedulikan ibuku." Alis Azda terangkat. "Kenapa?" "Urus saja urusanmu sendiri," Nala berbalik, menatapnya datar. "Kau sendiri juga butuh perawatan. Kenapa tidak kau saja yang pergi ke luar negeri?" Nala menunjuk wajahnya dengan telunjuknya. "Untuk membedah wajahmu yang hancur, misalnya?" Alis Azda tertaut. Menatap Nala dengan pandangan yang sulit diartikan. "Ups. Maaf. Ucapanku terlalu kasar, ya?" Dan kembali berbal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN