35

1591 Kata

"Terima kasih." Aydin membungkuk setelah menerima bucket bunga yang dia beli pagi ini. Setelah mengunjungi makam ibunya, membelikan bunga baru untuk Nala dan ibunya, dia akan bergegas menemui gadis itu di rumahnya. Entah apa yang membawa Nala kembali ke rumah sepagi ini. Nata pun menggeleng tidak tahu saat Aydin bertanya. Jadi, mobil itu melaju dalam keheningan. Nata menyetir dengan tenang. Begitu pula Aydin yang melamun memandang jalanan dalam diam. Saat Nata memarkirkan mobilnya, Aydin bergegas turun dengan bunga yang sudah ia beli. Langkahnya ringan membawanya pergi untuk mengetuk pintu. Sampai dia mendengar suara tangisan keras dari dalam rumah. "Ibu!" "Ya Tuhan, ibu!" Aydin membuka pintu. Berlari mencari sumber suara saat dia mendengar Nala menangis meraung-raung di salah satu k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN