33

2093 Kata

"Dokumen perceraian?" Aydin mengangkat alis. Mendapati Nala duduk di salah satu tempat makan yang tidak terlalu besar serta berharga terjangkau. Gadis itu hanya melamun, menatap jendela dengan tatapan sulit diartikan. "Kau dan Azda akan bercerai?" Nala menghela napas. Melirik Aydin sekilas sebelum kepalanya terangguk. "Ya." "Uhm, aku harus memasang wajah terkejut sekarang?" Nala hanya menatapnya. Mengamati lekat-lekat raut lelah itu dalam diam. Aydin belum sepenuhnya membaik. Kematian ibunya memukulnya telak. Bagaimana bisa, Andari yang sehat dan bugar, tiba-tiba terbaring di ranjang rumah sakit karena kecelakaan. Pembunuhan berencana kata Nata. Dan pelakunya jelas sang suami. Yang membuat Nala miris. Mengapa laki-laki di dunia ini harus berpaling jika ada sang istri yang setia di ru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN