24

1282 Kata

Aydin menatap telapak tangannya yang pucat. Lagi-lagi berteman bersama sepi yang mengikat. Sebelum dia menghela napas, memyapu tubuh kurus yang sedang berbaring. Kedua mata Aydin terpejam. Mengusir perasaan sakit dan dendam yang telah mengakar di dirinya bukan hal yang mudah. Bertahun-tahun dia menjadi saksi hidup atas penderitaan ibunya. Dan kali ini, dia kembali harus menelan pil pahit yang sama. Kecelakaan yang menewaskan sang supir pribadi. Dan meninggalkan luka berat pada Andari sampai membuatnya kritis. Tengkorak kepala Andari pecah. Ibunya dipastikan akan mengalami kemunduran fungsi otak selamanya. Dan Aydin tidak sanggup membayangkan bagaimana kondisi hidup ibunya setelah dia sadar nanti. Kecelakaan itu bukan tanpa sebab. Aydin memastikan kalau kecelakaan itu bukan kecelakaan bi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN