"Kau boleh pulang. Biar perawat yang akan mengurus keperluanmu di sini." Dokter Tara menepuk bahu Azda. Dia akan dipulangkan, dan akan melakukan rawat jalan untuk hari selanjutnya. Sebenarnya, Azda pulih dengan cepat. Selama masa regenerasi lukanya, dia benar-benar berjuang untuk sembuh. Dokter Tara mengizinkannya pulang asalkan setiap dua minggu sekali, dia diharuskan check up rutin demi memantau kondisi tubuhnya yang sempat rusak. "Terima kasih banyak." Nala membungkuk. Dan Dokter Tara balas menepuk bahunya. Sebelum dokter paruh baya itu bergegas pergi. Dan meminta perawat untuk mengurus keperluan Azda. Bersama beberapa resep yang telah dia berikan untuknya. "Di mana Argi?" "Menyiapkan mobil," Nala menunduk, merapikan beberapa bekas botol dan kotak makan. Agar tidak merepotkan peraw

