"Nyonya Hayate kembali mengacau. Kalau ini dibiarkan, kita akan kembali mengalami inflasi. Ini mengerikan. Karena penggelapan uang yang dilakukan Nyonya Hayate tercium sampai pegawai pajak." Nato Azda menghela napas. Menatap pantulan dirinya sendiri pada jendela kamarnya yang berembun karena hujan melanda sejak pagi. Semula berupa rintikan, deras, dan kembali gerimis. Memandang betapa mengerikannya Azda sekarang. Tampang rupawan itu kini telah pergi. Tergantikan separuh wajah terkutuk yang rusak. Dokter Tara bilang, mengangkat jaringan yang rusak, membutuhkan waktu. Setidaknya, sampai Azda benar-benar membaik. Tangan Azda terkepal. Ingin rasanya memecahkan jendela ini. Yang memantulkan nyata rupanya kali ini. Semua sudah terjadi. Dan memikirkan bahwa kehidupannya tidak lagi sama membua

