pertemuan keluarga

1157 Kata
1minggu kemudian Setelah pertemuan antara Mika dan Alena mereka tak pernah berjumpa kembali. hari ini Alena tak punya kegiatan diluar rumah lebih memilih menghabiskan waktu untuk menonton drama korea, baca novel dan tidur. Saat sedang asik membaca Alena dikagetkan dengan suara ketukan pintu. bik Ida mengingatkan Alena untuk segera makan siang. Alena segera turun menuju meja makan. diatas meja sudah tersedia berbagai macam lauk pauk dan sayur. Alena langsung duduk dan makan. " Non tadi bapak telpon nanti malam akan ada pertemuan keluarga, jadi non disuruh siap-siap sama bapak" bik Ida menyampaikan pesan pak Widodo " Pertemuan keluarga? dalam rangka apa bik?" bertanya penasaran " bibik ga tau pasti tapi bapak bilang ini pertemuan keluarga dengan calon........" bik Ida tak melanjutkan kalimatnya " Calon....calon apa bik?" Alena semakin penasaran " Aduh bibik lupa lagi calon apa yach?" bik Ida menunjuk kening seolah sedang berpikir untuk menghindari pertanyaan dari Alena " ikh bibik kok jadi pelupa sih" dengan wajah cemberut " Maklum non bibikan sudaha tua. hehehe" canda bik Ida " Pokoknya non Alena harus dandan yang cantik ya! " sambil mengelus kepala Alena " Iya bik" pasrah Alena Alenapun segera melanjutkan makannya. setelah selesai Alena kembali naik kelantai atas menuju kamarnya. Sementara Mika masih sibuk menyelesaikan pekerjaanya di kantor. " Tuan, nanti malam ada acara pertemuan keluarga, bu ratih menyuruh anda pulang sore nanti" Abee menyampaikan pesan bu Ratih. meskipun Abbe sahabat Mika tapi kalau di kantor mereka tetap atasan dan bawahan sehingga mereka menjaga sikap satu sama lain. " Tumben mamih tidak menelepon langsung" Mika mengerutkan kening kebingungan " Tadi bu Ratih mampir ke kantor dan bertemu saya di lobby untuk menyampaikan pesan ini!" jelas Abee " Baiklah, terimakasih. kamu boleh keluar" perintah Mika " Baik tuan" segera meninggalkan ruangan Hari sudah mulai sore, tiba saatnya Alena untuk bersiap menghadiri pertemuan keluarga. dia segera bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Alena mengenakan dress berwarna biru tosca bermotif bunga membuatnya terlihat tampak anggun. tak lupa dengan flat shoes warna senada dengan dress yang alena gunakan. membuat dia terlihat imut dengan polesan make up tipis khas anak muda jaman sekarang. Alena segera turun menuju ruang tengah untuk menunggu yang akan menjemputnya. " non Alena cantik sekali " puji bik Ida saat Alena sampai di ruang tengah " Akh bibik bisa aja" tersenyum malu " Ikh, beneran non cantik bibi ga bohong " mengacungkan dua jari tanda bersumpah Tak berselang lama mang Ujang sang supir datang menghampiri Alena untuk menjemputnya. " Non Alena, ayo kita jalan sekarang bapak sudah menunggu di mobil" mang ujang mempersilahkan Alena berjalan di depan " Oke mang! bik aku berangkat ya!" melambaikan tangan pada bik Ida " Iya non" bik Ida melambaikan tangan juga Mang ujang dan Alena segera keluar. *** 30 menit sudah mobil Alena dan papahnya melaju membelah jalanan ibu kota yang ramai. langitpun sudah mulai gelap. Alena dan papahnya sudah sampai di restoran yang dituju segera mencari meja yang telah mereka pesan. Tak berselang lama datang sepasang suami istri yang menghampiri meja tempat Alena duduk. mereka adalah bapak Rudy Atmaja dengan sang istri yang sudah janjian dengan papah nya alena. " Sudah lama wid? maaf ya jalanan macet jadi kami terlambat! " sambil tersenyum ramah pada Alena " Oh kami baru saja datang Rud, silahkan duduk" sambil berdiri menyambut sahabatnya " Ini anak kamu? Alena? " sambil duduk " Iya ini Alena Rud, cantikkan dia ?" tersenyum bangga sambil menunjuk anaknya " Oh ini Alena yang dulu sering main ke rumah kita? kamu sudah besar ya cantik lagi! " bu Ratih tersenyum senang melihat Alena " Iya tante saya Alena " tersenyum manis " anak kalian mana? " tanya pak Widodo " oh Mika masih dalam perjalanan mas. tadi dia telpon akan terlambat karna masih ada yang harus diurus dikantor" jelas bu Ratih " ya sudah kita pesan makanan saja dulu sambil ngobrol-ngobrol " pak Rudy mengambil inisiatif. saat mereka sedang asik mengobrol datang seorang pria tampan yang menghampiri mereka. Mika meminta maaf atas keterlambatannya. " Mah, pah maaf aku terlambat" Mika menyapa orang tuanya " Hey, mika kenalin ini om Widodo yang dulu suka menggendongmu pas masih kecil" bu Ratih memperkenalkan pak Widodo " Om, sudah lama tidak bertemu" mengulurkan tangan untuk menjabat tangan " Mika, kamu sudah dewasa nak, tambah ganteng saja " membalas jabatangan Mika sambil menepuk punggung Mika bangga " Dan ini Alena anak om Widodo " bu Ratih gantian memperkenalkan Alena Mata Alena dan Mika bertemu, mereka sama-sama terkejut dengan apa yang mereka lihat. Mika tak menyangka bisa bertemu wanita itu lagi. begitupun dengan Alena dia tak mengira kalau Mika adalah anak dari sahabat ayahnya. " Galena " Alena sadar dan segera memperkenalkan diri " Mikail " ucap Mika datar "Duduk Mik "perintah pak Rudy Mika segera duduk di sebelah pak Rudy. mereka pun melanjutkan acara makan mereka sambil berbincang. hingga akhirnya bu Ratih bertanya pada Alena tentang pacar. " Alena sekarang udah punya pacar belum? " sambil menatap Alena dengan penasaran " Be..belum tante" jawab Alena terbata karena malu " oh cocok dong dengan Mika, sama-sama jomblo. hehe " celetuk bu ratih " Mamih" protes Mika karna malu dengan tingkah maminya " Iya gimana kalau kalian tunangan aja " pak Rudy mencoba memberi ide " Hah, tunangan" teriak Mika dan Alena berbarengan dengan wajah kaget mereka " Tuhkan kalian kompak" bu Ratih menunjuk mereka dengan gemas " Mika ga mau mih !" protes Mika " Jangan langsung nolak kalian coba aja dulu siapa tahu memang kalian berjodoh" pak Widodo menasehati mereka " Papah " teriak Alen jengkel " Jodohkan ga ada yang tahu Al " Timpal pak Rudy " Kalau jodoh pah, tapi kalau engga jodoh bagaimana?" Mika mencoba memancing " Iya bukankah kalau tidak jodoh hanya akan membuat kita tak nyaman satu sama lain" Alena ikut memprovokasi " Ya sudah kalian pacaran saja dulu biar saling kenal gituh" pak Rudy masih kekeuh ingin menjodohkan mereka Mika dan Alena hanya bisa saling menatap mendengar ide konyol dari orang tua mereka. sepertinya mereka kompak menolak keras perjodohan ini. " Kamu masih suka nyanyi di star resto Al? " mika mulai bertanya pada Alena " Kamu kok tahu Al suka nyanyi di Star resto Mik? " sela pak Widodo "Iya om, beberapa hari lalu pernah liat dia nyanyi di tempat itu" jawab mika jujur " Oh jadi kalian pernah ketemu " bu Ratih mengangguk mengerti " Iya masih" jawab Alena singkat " Dia beda banget sama Retha, meskipun suara dan wajahnya hampir mirip" gerutu mika dalam hati *** Keesokan harinya Alena mendapatkan telpon dari bu Ratih yang mengundang dirinya untuk datang ke rumah keluarga Atmaja. karna hari ini ada arisan keluarga dan bu Ratih sengaja mengajak Alena dengan tujuan agar semakin akrab dengan Mika dan keluarganya. Dengan terpaksa Alena menyetujui undangan bu Ratih. sebenarnya dia enggan bertemu dengan Mika karna entah kenapa Alena merasa jika Mika tak menyukainya. terlebih setelah mereka dijodohkan oleh orang tua mereka ada rasa canggung diantara mereka yang jelas terasa oleh Alena.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN