bc

Skandal Terlarang Dengan Suami Orang

book_age18+
330
IKUTI
1.4K
BACA
forbidden
HE
friends to lovers
heir/heiress
city
office/work place
affair
friends with benefits
polygamy
assistant
like
intro-logo
Uraian

Warning 21+ (Banyak Adegan Ranjang)

"Satu milyar! Jadilah simpanan saya!"

Mata Aurora membulat sempurna. Tak pernah terpikir olehnya memiliki skandal dengan suami orang yang tak lain adalah bosnya di tempat dia bekerja. Dia tahu, bos tampannya itu sudah memiliki seorang istri yang cantik dan berkelas. Lantas, untuk apalagi menjadikan dia sebagai simpanannya?

"Ta--tapi, Tuan."

"Kamu membutuhkan uang untuk biaya pengobatan ibu kamu 'kan? Selain satu milyar. Selama kamu menjadi simpanan saya, saya akan memberikan uang 50 juta setiap bulannya."

"Bagaimana jika istri Anda tahu, Tuan?"

"Kita hanya perlu bermain cantik. Dia akan tetap menjadi istri saya, dan kamu hanya jalang untuk saya."

"Lantas, bagaimana jika saya hamil?" tanya Aurora.

"Itu justru bagus. Itulah waktu yang saya nantikan. Saya ingin memiliki seorang anak, dan Erika tak juga memberikan saya keturunan. Saya cape harus mendengar pertanyaan mami saya. Dia sudah sangat menginginkan seorang cucu. Saya yakin, Erika nanti akan menerimanya."

"Ma--maksud, Tuan apa?"

"Berikan saya seorang anak, dan anak itu nanti akan menjadi anak saya dan Erika. Tanpa sepengetahuan orang tua saya," jawab Alvaro terlihat dingin.

Sakit rasanya menjadi Aurora. Ternyata, bosnya hanya menjadikan dia mesin pencetak anak dan tempat mencari kepuasan di ranjang.

Saat Skandal Perselingkuhan mereka terungkap. Siapakah yang Alvaro pilih? Akankah cinta hadir di hatinya untuk Aurora?

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab1
"Satu milyar! Jadilah simpanan saya!" Mata Aurora membulat sempurna. Tak pernah terpikir olehnya memiliki skandal dengan suami orang yang tak lain adalah bosnya di tempat dia bekerja. Dia tahu, bos tampannya itu sudah memiliki seorang istri yang cantik dan berkelas. Lantas, untuk apalagi menjadikan dia sebagai simpanannya? "Ta--tapi, Tuan." "Kamu membutuhkan uang untuk biaya pengobatan ibu kamu 'kan? Selain satu milyar. Selama kamu menjadi simpanan saya, saya akan memberikan uang 50 juta setiap bulannya." "Bagaimana jika istri Anda tahu, Tuan?" "Kita hanya perlu bermain cantik. Dia akan tetap menjadi istri saya, dan kamu hanya jalang untuk saya," ucap Alvaro terlihat dingin. "Lantas, bagaimana jika saya hamil?" tanya Aurora. "Itu justru bagus. Itulah waktu yang saya nantikan. Saya ingin memiliki seorang anak, dan Erika tak juga memberikan saya keturunan. Saya cape harus mendengar pertanyaan mami saya. Dia sudah sangat menginginkan seorang cucu. Saya yakin, Erika nanti akan menerimanya." "Ma--maksud, Tuan apa?" "Berikan saya seorang anak, dan anak itu nanti akan menjadi anak saya dan Erika. Tanpa sepengetahuan orang tua saya," jawab Alvaro terlihat dingin. Sakit rasanya menjadi Aurora. Ternyata, bosnya hanya menjadikan dia mesin pencetak anak dan tempat mencari kepuasan di ranjang. *** Beberapa menit yang lalu, Aurora mendapatkan telepon dari rumah sakit sang ibu berada. Perawat mengatakan kalau ibunya harus melakukan operasi pencangkokan gagal ginjal. Jangankan untuk melakukan operasi, untuk biaya perawatan ibunya selama dua minggu di rumah sakit saja sampai ini belum dia lunasi. Dia pun merasa bingung untuk melunasinya. Darimana dia bisa mendapatkan uang sebanyak itu, dalam waktu singkat. Sungguh, dia begitu terkejut mendapatkan tawaran seperti itu. Ingin rasanya Aurora menolak tawaran bosnya itu. Namun, bayangan wajah sang ibu yang kini terbaring lemah di ranjang rumah sakit tiba-tiba saja hadir. Rasanya, dia tak sanggup kehilangan sang ibu untuk selama-lamanya. "Bagaimana? Kamu hanya perlu melebarkan paha kamu, saat saya menginginkannya." Aurora meringis. Apakah dia harus serendah itu, demi nyawa ibunya? Meskipun dia hanya orang sederhana, dia selalu menjaga keperawanannya untuk suaminya kelak. Tapi, jika keadaannya seperti ini. Dia harus seperti apa? "Dengan uang itu, kamu bisa menyelamatkan nyawa ibu kamu. Pasti kamu sangat menginginkan ibu kamu bisa sehat kembali lagi 'kan?" Apakah dia rela menjadi wanita simpanan bosnya? Perbincangan mereka terhenti, karena Aurora mendapatkan telepon dari rumah sakit kembali. Dia diminta datang secepatnya ke rumah sakit. "Tuan, maaf. Saya harus ke rumah sakit. Kondisi ibu saya kritis," ucap Aurora lirih. Dia sudah membayangkan hal buruk terjadi pada ibunya. "Percuma saja kamu datang ke rumah sakit. Jika kamu tak membawa uang, kamu tak bisa menyelamatkan nyawa ibumu," sahut Alvaro seakan menyudutkan dirinya. Dia tak mengerti mengapa bosnya begitu ingin menjadikan dia wanita simpanannya. Padahal, selama ini yang dia tahu hubungan bosnya dengan istrinya sangat mesra. Dan jika bosnya ingin selingkuh, dia bisa mencari wanita panggilan lainnya. Apa ini sebuah kebetulan, karena bosnya mendengar percakapan dia lewat telepon dengan pihak rumah sakit? "Jika saya menyetujuinya, apa Tuan akan langsung memberikan uang itu? Saya, sangat membutuhkannya," ucap Aurora. Dia tampak menunduk lesu, tak ingin menatap wajah bosnya. Sedangkan Alvaro terlihat tersenyum smirk. Apa mungkin, Alvaro memang menyimpan perasaan pada sekretarisnya itu secara diam-diam? Hingga saatnya tiba, dia memiliki kartu AS mendapatkan sekretarisnya itu. "Tentu saja. Saat ini juga, saya akan mentransfer uang itu ke rekening kamu. Satu hal yang harus kamu ingat. Skandal ini hanya cukup kita berdua yang tahu. Jangan pakai perasaan dalam hal ini! Karena saya hanya mencintai Erika–istri saya sampai kapanpun. Dia istri saya satu-satunya." Bukankah itu bagus? Dia tak akan terikat sangat lama. Disaat bosnya itu merasa bosan, dia akan membuang dirinya seperti sampah. Aurora tak ingin memiliki seorang anak. Dia harus menggunakan obat, yang membuatnya tak bisa hamil. "Meskipun demikian, jangan pernah coba-coba minum obat yang membuat kamu tak akan bisa hamil! Selama kamu belum hamil, saya tidak akan melepaskan kamu." Lelucon macam apa ini? Mengapa bosnya itu bisa tahu rencananya? Apa bosnya seorang cenayang yang bisa membaca pikiran? Sungguh aneh. "Baiklah, saya mau, Tuan," jawab Aurora. Suaranya seakan tertahan. Ya, dia terpaksa menerima tawaran ini. Tak ada pilihan lain. Dia tak bisa mendapatkan uang dalam waktu singkat. Ibunya adalah penyemangat hidupnya. Sejak lahir dia hanya hidup dengan ibunya. Ayahnya kecelakaan, saat ibunya hamil besar. Meskipun demikian, ibunya memilih membesarkan dia sendiri. Tak menikah kembali. Satu milyar sudah masuk ke rekeningnya. Dia harus segera membayar dengan tubuhnya. Selama menjadi simpanan bosnya, Aurora harus tinggal di Apartemen yang disiapkan Alvaro. Terpaksa, dia harus mempekerjakan seorang ART untuk merawat ibunya setelah pulang dari rumah sakit. Alvaro mengikatnya dengan perjanjian, dan pastinya sangat memuakan. Dia berharap, segera terlepas dari bos kejamnya. Aurora akan menyimpan uang pemberian dari Alvaro dengan baik. Uang itu kelak akan dia gunakan untuk kehidupannya setelah terlepas dari Alvaro. Dirinya akan membawa ibunya pergi meninggalkan Jakarta. "Pergilah sekarang, dan siapkan besok tubuhmu! Erika besok akan pergi untuk acara fashion show di Paris. Kemungkinan, dia akan pergi selama satu minggu. Selama satu minggu, kamu harus siap melayani saya di ranjang! Apa kamu mengerti?" "Ya, saya mengerti." Tak ada tolakan. Dirinya sudah menjual tubuhnya pada bosnya itu. Dengan cepat Aurora menyambar tas miliknya, dan memasukkan ponselnya. Alvaro hanya menganggukkan kepalanya, saat dirinya pamit pergi. "Aku harus segera sampai di rumah sakit. Ibu, Tuhan, tolong maafkan aku! Aku terpaksa melakukannya." Hatinya terasa teriris. Namun, dirinya tak ingin meneteskan air matanya. Dia tak ingin menunjukkan kesedihannya. Ya, dia harus kuat di depan ibunya. Saat ibunya sembuh nanti, ibunya tak boleh tahu kalau anak semata wayangnya sudah menjual tubuhnya untuk biaya pengobatan dan operasinya. Operasi akan segera dilakukan. Untung saja pihak rumah sakit cepat mendapatkan donor ginjal yang cocok dengan ibunya. Saat itu juga Aurora menunggu operasi berlangsung. Berharap operasi berjalan lancar. "Untung saja semua dimudahkan. Meskipun, aku sempat merasa begitu sulit. Ya Tuhan, aku mohon selamatkan ibuku. Aku sangat menyayanginya," ucapnya lirih dalam hati. Ternyata, Alvaro tak melepaskan Aurora begitu saja. Diam-diam dia menyewa orang suruhannya, untuk mengawasi Aurora. Aurora akan selalu dalam pengawasannya. Sebegitu spesial 'kah Aurora baginya? Apa yang sebenarnya terjadi pada Alvaro? "Aku rasa, hidupku akan lebih mewarna jika aku hidup memiliki dua orang wanita di hidupku." Dia tertawa dan tersenyum penuh arti. Seperti orang yang tak waras. Senyuman terlihat begitu licik.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.5K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.8K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.8K
bc

TERNODA

read
198.8K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
61.1K
bc

My Secret Little Wife

read
132.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook