"Silakan, Mbak." Aku melongo karena pelayan itu sudah membawakan es kapucino cincau. "Seperti biasa, kan?" Lagi-lagi Oksa menatapku dengan sorot, entah .... "Kok, kamu tahu aku suka ini?" Aku segera menyeruput minuman yang disajikan pelayan kafe. "Bukan hanya aku, perasaan semua orang di kampus juga tahu itu minuman favoritmu saking itu saja yang dipesan setiap ke kantin." Aku tertawa kecil mengingat kebiasaan itu. Memang, kapucino cincau minuman paling enak di dunia menurutku. Rasa manis, pahit, dan kenyal-kenyal saat digigit membuatku candu. Sampai-sampai semua teman-teman memanggilku dengan sebutan, 'Miss Kocin' "Ngomong-ngomong kamu, kok, bisa ada di sini?" Aku mengalihkan topik pembicaraan. Membahas masa-masa kuliah tidak akan ada habisnya. Terlalu banyak kenangan di sana, termas

