Aku menghubungi salah satu perawat asisten Surya. Meminta dia mengabarkan kalau aku ingin menitip sesuatu kalau lelaki itu pulang dengan memberi alasan ponsel Surya tidak bisa dihubungi. Tahu apa jawaban perawat itu? Surya sudah pulang sejak tiga jam yang lalu. Aku mematikan sambungan telepon begitu saja. Cukup sudah! Tidak ada lagi istri baik hati. Kesabaranku sudah di ambang batas. Kini yang terjadi, terjadilah. Aku sudah tidak peduli lagi jika bahtera kami karam. Bukan aku putus asa memperjuangkan, tetapi sudah lelah. Jika kemarin-kemarin aku masih punya kekuatan untuk mengendalikan diri, sekarang tidak lagi. Aku menghirup udara dalam dan panjang. Seolah-olah ini adalah saat terakhir aku bernapas. Mengusap wajah untuk menghapus sisa air mata di pipi. Pandanganku menajam melihat foto

