"Sekarang, sudah sejauh apa hubungan kalian. Apa kalian sudah tidur bersama?" Menunggu bibir Surya bergerak seperti menanti sebuah vonis dari hakim. Tubuhku limbung ketika mendengar jawaban Surya. "D-ia sedang hamil ...." Meski aku sudah menyiapkan diri, pengakuan itu tetap membuatku hancur hingga berkeping-keping. Aku terus surut mencari pegangan agar.tetap berdiri, tetapi yang ada malah terduduk ke lantai di hadapan Surya. "Laras, maaf--" "Jangan!" Aku merentangkan tangan saat Surya hendak menghampiriku. "Jangan sentuh aku dengan tangan kotormu." Aku kembali bangkit meski kakiku gemetar. Surya mengusap wajahnya kasar. Sorot matanya terlihat penuh penyesalan? Tetapi benarkah? Aku tidak peduli dia menyesal atau tidak. Yang aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami. "Laras, ak

