Aku tersenyum melihat gambar bangunan di ponsel. Rumah berlantai dua itu terlihat sangat indah. Meski tidak terlalu besar, tetapi sangat terawat. Surya bilang dia sengaja membeli rumah itu untuk kami tinggali. Setelah menikah dan mengurus segala sesuatunya, lelaki itu mengajak kami pindah. Aku memutuskan pindah ke Bogor mengikuti Surya. Bayu ikut denganku, sedangkan Nandira memilih tinggal bersama Mas Irwan dan Amak. Usahaku kini dikelola mantan suamiku bersama orang kepercayaanku, Sita. Aku berharap mereka berjodoh. Sita wanita baik dan yang paling penting, Nandira menyukainya. Setiap bulan wanita berkulit sawo matang itu melaporkan kemajuan toko kami. Dia juga bertugas mentransfer bagianku, tentu saja setelah membagi keuntungan pendapatan toko. Sekarang aku bisa tersenyum bahagia. Ras

