XXXI. Bar dan Bir

1432 Kata
“Hei, apa tidak aneh jika kau terus menyebutnya kantin?” tanya Jholrd sambil terseyum tipis. “Lalu dengan apa aku harus menyebutnya?” “Hmm, bar? Ku rasa nama itu sering digunakan orang-orang di luar sana untuk menyeutkan tempat minum minuman keras,” tutur Jholrd. “Uh … walaupun di sini tidak semuanya menyediakan minuman keras, tapi nama itu kedengaran hebat juga,” ujar Julian. “Baiklah, menuju bar Light Sanctuary dan aku traktir smeuanya!” seru Julian diikuti tawa yang lainnya. Semua berjalan bersama meninggalkan arena menuju bar Light Sanctuary. Beberapa orang yang sepertinya tinggal di dalam Light Sanctuary terlihat menyapa Julian dan yang lainnya dengan senyuman. Bahkan ada beberapa yang membungkuk. Mungkin merasa tidak enak, Zachary dan Hans ikut membungkuk juga untuk menghormati orang-orang di sana. Di depan bar, terdapat sebuah gubuk kecil terbuka. Ada dua orang yang tengah memindahkan tong kayu berukuran sedang ke bagian dalam kantin. Sepertinya tong itu berisikan bir putih yang dibicarakan Julian dan Redd. Mereka memasuki bar dengan Julian yang membukakan pintunya. Ketika mereka masuk, semua orang yang berada di dalamnya langsung bersorak riuh. Seorang pelayan pun menyiapkan sebuah meja besar untuk Julian bersama Zachary dan yang lainnya. Semuanya langsung duduk setelah dipersilahkan. Zachary duduk di sebelah Jholrd diikuti Hans, Julian bersebelahan dengan Redd, lalu dua perempuan yang tidak pernah terpisah di sepanjang perjalanan … Sera dan Siria duduk bersebelahan pula. “Hei, kalian ingin pesan apa? Satu meja penuh bir putih khas dari Light Santuary?” tanya Julian kepada yang lainnya. Zachary mengerutkan dahi beserta alisnya. “Rasanya aku tidak ingin minum bir. Apakah ada minuman hangat di sini?” “Apakah kau mau minuman yang dibuat dari tumbuh-tumbuhan herbal dari daerah ini? Hanya itu minuman hangat yang kami punya selain bir yang dapat menghangatkan perut.” Masih dengan pelayan yang sama menanggapi dengan sigap. “Baiklah, aku ingin mencobanya. Kedengaran menarik jika bahan-bahannya diambil dari tumbuhan di sekitar sini,” ujar Zachary. “Aku juga menginginkan yang itu,” ujar Hans. “Berikan satu gelas juga untukku, aku ingin menikmati yang hangat,” lanjut Siria menambahkan. “Emm, Sera … apa kau tidak memesan apapun?” tanya Julian. “Itu … apakah ada semacam campuran buah atau minuman yang terbuat dari buah setidaknya?” Sera bertanya. “Astaga, apa kau sedang menurunkan berat badan? Tentu di sini ada campuran dari buah-buahan.” Julian tertawa kecil mendengarnya. “Hei jangan bilang begitu!” ucap Sera yang kesal langsung memalingkan wajahnya. “Bagaimana denganmu, Jholrd?” tanya Redd. “Hmm, rasanya bir putih juga tidak masalah.” Jholrd berkata. “Baiklah, akanku siapkan dulu semua minumannya. Silahkan menunggu ya!” kata pelayan yang setelah itu langsung pergi menghampiri orang di bagian meja pemesanan. Zachary menghela napasnya. “Omong-omong, aku ingin berterima kasih sekali lagi kepada Jholrd. Aku tidak merasakan nyeri sedikit pun, seperti tidak ada efek samping sama sekali dari sihirmu itu.” “Sama-sama … itu bukan apa-apa, kok. Sihirmu juga begitu menakjubkan, sampai-sampai segel pelindung sihir di dalam arena terhapus.” Sontak semua orang yang berada di dalam bar dan mendengar hal tersebut dan kelihatannya amat terkejut. Bahkan ada yang tersedak minuman ketika mendegarnya. Seseorang dengan tubuh kekar dan berjanggut panjang berdeham. “Apakah yang kau maksud itu adalah sihir yang meledak tadi? Saat itu terjadi semua menjadi sangat dingin, bahkan segel pelindung sihir dapat hancur?” tanya orang itu. “Kau benar, dan orangnya saat ini tepat berada di sampingku,” kata Jholrd. Mengetahui hal itu, semua langsung bersorak meriah mengatakan bahwa Zachary sangat hebat. “Kau pasti akan menjadi penyihir yang sangat hebat!” ujar orang yang berjanggut tadi. “Dan apa kalian tahu? Kali ini aku kalah darinya. Untuk merayakan kekalahanku dan kemenangan Zachary, bagaimana jika yang ada di sini berpesta untuk hari ini?” Julian menawarkan kepada semua orang yang berada di dalam bar. Orang berjanggut itu menggenggam minumannya. “Kalau diingat-ingat lagi, sudah lama kita tidak berpesta. Lagi pula kali ini ditawari langsung oleh Julian, siapa yang dapat menolaknya?” Semua orang di dalamnya langsung mengiyakan tawaran tersebut. Setelah keriuahan itu muali padam, seseorang dengan tubuh kurus dengan kacamata dan rambut pirang berdiri. “Apa tadi kau bilang segelnya terhapus? Berarti kita harus menunggu sampai Jrackst kembali pulang,” ujarnya. “Hei, siapa itu Jrackst?” tanya Zachary berbisik kepada Julian yang duduk di depannya. “Dia adalah kakaknya Jholrd. Pengelana yang kerap pergi berkeliling entah ke mana. Dia seorang penyihir yang hebat dan sekaligus orang yang menciptakan semua segel yang ada di sini,” ungkap Julian. “Ahh, jadi begitu ya.” Zachary seraya melirik Jholrd di sampingnya. Jholrd pun mengangguk pelan. “Ia memang kakakku dan sudah lama kami tidak berjumpa. Aku harap Jrackst dapat kembali ke sini walau hanya untuk singgah sebentar. Aku rindu sekali padanya.” Jholrd mengungkapkan perasaannya yang rindu sang kakak.   Dengan begitu tiba-tiba dan mengagetkan semua orang di dalam bar. Pintu depan bar dibuka dengan keras-keras sampai decitannya terdengar nyaring. Seseorang dengan pakaian rapih, jas mantel yang bentuknya sama dengan milik Jholrd. Hanya bedanya pada warna saja yang lebih gelap. Rambut gondrong, dengan cambang bauk tipis juga rahang yang sangat tajam. “Astaga, dia sangat tampan hingga jantungku berdegup kencang!” batin Sera di dalam hatinya. “Apakah ada yang menyebut namaku?” tanya orang itu. “Astaga, Jrackst!” desis Jholrd. Jholrd langsung berlari menghampirinya dan memeluknya erat. “Kak, kau ini dari mana saja setelah bertahun-tahun?” “Astaga kau sudah bertambah besar ya, maaf ya aku baru bisa datang setelah waktu yang lama,” ujar Jrackst. Julian, Redd dan orang-orang di dalam bar berdiri lalu tersenyum dan menyambutnya dengan hangat. “Sekaligus untuk merayakan kembalinya Jrackst, mari kita berpesta sampai perut kita kembung!” seru Julian dan yang lainnya ikut bersorak. “Hans, bergeserlah. Biarkan Jholrd duduk di samping kakaknya,” bisik Zachary. Hans mengangguk. “Ah, iya. Baiklah, aku akan bergeser.” Hari itu menjadi hari yang teramat bahagia dengan segala kejadian yang ada. Orang-orang di dalam Light Sanctuary sangat hangat kepada Zachary dan yang lainnya. Semuanya bersenang-senang dan saling mengobrol di dalam bar. Dapat terlihat dengan jelas, orang-orang yang ada di dalam Light Sanctuary bukan sekadar perkumpulan biasa. Dengan segala perbedaan mereka yang dapat dilihat dari luar dan terkesan tidak mudah untuk bersatu, interaksi diantara semuanya membuktikan bahwa mereka sudah layaknya keluarga. Semua minuman ada di meja sesuai dengan pesanan yang tadi. Untuk yang lainnya yang berada di dalam bar dihidangkan segelas besar bir putih dan beberapa kue kecil. Di sela-sela minum itu, ada sekelompok orang yang mulai bernyanyi dengan harmonisasi. Suara keseluruhannya terdengar begitu merdu dan menciptakan kehangatan bersama semangat secara bersamaan. “Astaga, rasanya aku tidak ingin pergi dari tempat ini. Walaupun baru datang dan merasa asing, semua di sini teras seperti keluarga,” gumam Hans. “Nanti, jika ada waktu. Kau bisa singgah di sini bahkan menginap. Bangunan kecil penginapan di pojok-pojok Light Sanctuary  selalu terbuka jika tidak ada yang menempatinya,” kata Redd sambil tertawa kecil. “Aku tidak akan bisa melupakan aroma yang sangat khas dari tempat ini!” ujar Siria. “Maaf, tapi sepertinya aku merasa agak asing dengan wajah kalian. Apakah kalian baru di sini?” tanya Jrackst yang menoleh ke arah Zachary. “Jrackst, mereka adalah teman-temanku. Orang yang disebelahmu itu namanya Zachary, aku mengajaknya berduel di arena Light Sanctuary.” Julian berkata. “Aku tebak kau kalah darinya ….” Sontak Julian pun tersenyum mengakui hal tersebut karena tak dapat menyangkalnya juga. “Aku sudah mengakui kekalahanku padanya. Aku hanya ingin memberi tahumu sesuatu jika sihirnya tadi dapat menghapuskan segel pelindung sihir di arena yang sudah kau buatkan,” beber Julian kepada Jrackst. “Wah … aku tidak meyangka ada yang dapat menghapuskan segelku. Berarti kau adalah penyihir yang sangat hebat. Apa kau berasal dari keluarga terpandang juga?” tanya Jrackst. “Maaf, tapi aku berasal dari keluarga rendahan.” Zachary berterus terang. Hal itu membuat Hans menepuk bahu Zachary. “Tidak apa-apa ….” Zachary berbisik pelan kepada Hans. “Apa kau tidak ingin tinggal di sini? Jika sihirmu benar-benar bisa menghapuskan segelku, maka kau akan berada di dalam bahaya jika ada orang di luar sana yang mengetahuinya.” Jrackst berkata. “Eh? Mengapa memiliki sihir kuat menjadikannya bahaya?” tanya Siria yang kebingungan. “Apa akan ada yang mengincarmu, Kak?’ celetuk Hans. “Kau benar, tidak menutup kemungkinan kau akan menjadi incaran orang-orang karena sihirmu yang kuat. Mulai saat ini kau harus berhati-hati terutama di luar sana,” ujar Jholrd. “Jika kau membutuhkan sesuatu seperti bantuan, kau bisa datang kemari Zachary. Kau bisa memercayai orang-orang di sini,” ucap Julian.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN