XXXVI. Perjalanan Kembali

1017 Kata
Sontak Zachary terkejut dengan pernyataan Jholrd. “Tunggu, pagi buta mencari babi hutan? Tapi, untuk apa?” tanya Zachary. “Semalam ada seorang keluarga bangsawan yang meminta tiga ekor babi hutan. Mereka mengatakan akan menggunakannya untuk pesta malam ini. Bayaran yang ditawarkannya juga lumayan. Jadi, mana mungkin Julian dan Redd menolaknya,” kata Jholrd. “Orang itu masuk ke dalam Light Sanctuary?” tanya Zachary yang sepertinya masih kebingungan. “Tentu saja tidak. Kami, orang-orang di dalam Light Sanctuary memiliki sebuah tim yang dijuluki `The Trader`. Mereka menawarkan sebuah saja dengan imbalan uang. Menjanjikan kerahasiaan dan proses yang tergolong cepat,” jelas Jhorld. “Apakah permintaan kotor juga dilakukan?” tanya Zachary. “Maksudmu yang seperti apa?” “Pembunuh bayaran atau mungkin melakukan sabotase?” Jholrd tertawa kecil. “Mungkin kau terlalu banyak membaca cerita fiksi di koran. Orang-orang dari Light Sanctuary tidak akan melakukan hal itu. Seperempat imbalannya juga diberikan kepada Light Santuary sebagai simpanan jikalau ada sesuatu yang genting.” “Aku tidak menyangka tempat ini sangat menakjubkan!” Di sela obrolan mereka, datanglah Sera dan Siria. “Hei sedang apa kalian di sini?” tanya Sera. “Tidak, aku hanya sedang mengobrol dengan Jholrd. Omong-omong, apa kalian meliha Julian dan Redd?” tanya Zachary. Sera langsung mengangguk. “Kami baru saja melihatnya tadi, di depan. Mereka berdua seperti baru kembali dari suatu tempat, entah darimana yang jelas pakaian mereka sangat kotor.” “Mereka juga mngatakan akan membersihkan diri terlebih dahulu, setelah itu barulah kita kembali ke penginapan.” Siria menambahkan. “Ahh, baiklah jika seperti itu.” Zacary berkata. “Jholrd, kemarilah!” panggil pelayan bar yang melayani Zachary, Julian dan yang lainnya semalam. “Astaga aku dipanggil!” gumam Jholrd. “Pesanku hanya satu, jangan pernah bocorkan tentang Light Sanctuary ini kepada siapapun termasuk orang yang paling dekat dengan kalian.” “Sampai jumpa lagi Jholrd!” ujar Sera. “Oh ya, Zachary. Di mana Hans?” tanya Siria. “Ia masih berada di tenda. Aku akan kembali menemuinya sekaligus mengambil barang-barangku. Setelah ini kita bertemu di depan, kan?” “Ya, kita berkumpul terlebih dahulu bersama Julian nanti. Aku dan Sera juga akan mengambil barang-barang kami di tenda.” Siria berkata. Zachary kembali ke tenda dan ia terkejut melihat Hans yang tiba-tiba sudah siap dengan semua barang-barangnya. Selain itu, barang milik Zachary yang sebelumnya berada di sudut tenda kini berada di bagian depan tenda bersama barang-berang Zachary. Seisi tenda juga sudah dirapihkan olehnya, tidak ada lagi kata berantakan. .“K- kau melakukan semua ini?” tanya Zachary yang masih terheran-heran. Hans setengah tersenyum. “Tentu saja, aku yang melakukannya. Setelah ini apakah kita langsung melakukan perjalanan kembali ke penginapan?” “Ya, kita akan langsung kembali ke penginapan, tetapi kita akan berkumpul dulu dengan yang lainnya.” Zachary menanggapi Hans. “Ayo, bawa barang-barangmu lalu kita pergi,” lanjut Zachary seraya mengambil barang-barangnya. Setelah itu, semuanya sudah berkumpul di bagian depan dekat gerbang keluar Light Sanctuary dan Jholrd turut berada di sana. Sepertinya ia ingin memberikan ucapan sampai jumpa kepada Julian dan yang lainnya. “Baiklah, apa semuanya sudah berkumpul di sini?” tanya Julian. “Semuanya sudah berada di sini, tetapi sejak pagi tadi aku tidak melihat Jrackst.” Siria berkata. “Dia sejak pagi berada di dalam arena. Ia ingin memperbaiki segelnya sekaligus pelindung sihir Light Sanctuary yang sedikit melemah sebelum ia pergi,” ujar Jholrd. “Astaga, maafkan aku karena membuat repot Jrackst. Tolong sampaikan permintaan maafku padanya,” ucap Zachary. Jholrd mengangguk. “Nanti akan ku sampaikan.” “Sekarang, bagaimana jika kita langsung pergi? Sepertinya kereta kuda sudah menunggu kita di depan,” kata Julian. “Jholrd, bisakah kau bukakan gerbangnya?” tanya Julian. “Apapun itu untukmu, Julian.” Jholrd langsung mengangkat tangannya, mengarahkan ke arah gerbang dan dalam sekejap gerbang keluar Light Sanctuary terbuka. Dan benar saja kereta kuda sudah menunggu di depannya. “Semua, ayo naik ke dalam kereta!” seru Julian. “Jholrd, entah kenapa, tetapi aku berharap kita dapat bertemu lagi di lain waktu,” ujar Zachary sambil menepuk bahu Jholrd. “Kau dapat berkunjung ke mari kapanpun kau mau. Aku juga menantikan bagaimana nantinya sihirmu berkembang, akan sangat menyenangkan melihat pertumbuhan dari seseorang sudah kita kenal dari biasa menjadi luar biasa.” “Hei, jangan berlebihan seprti itu. Kemampuanku tidak sehebat yang kau pikirkan.” “Oi, sampai kapan kalian mau berbincang manis di sana?” tanya Hans dari atas kereta kuda. Semuanya pun tertawa mendengar hal itu dan akhirnya Zachary naik ke atas kereta kuda. Mereka melambaikan tangan perpisahan kepada Jholrd. Di tengah perjalanan yang sunyi …. “Emm, tidak apa-apa kan jika kita singgah sebentar di tempat Peto?” tanya Julian. “Ia yang menjaga toko busana tempo hari, kan? Kurasa tidak masalah jika kita pergi ke sana,” ujar Zachary. “Jangan lupakan janjimu untuk membantu kami menemukan dalang dibalik hilangnya para ahli sihir,” celetuk Hans. “Tenang saja, aku tidak akan melupakannya,” ucap Julian. “Apa kalian memiliki bukti-bukti?” tanya Redd. “Tentu saja kami memiliki beberapa bukti. Jika tidak, mana mungkin kami akan bersikeras untuk mengungkapnya,” tutur Sera. “Apakah kalian tau jika kakakku, Airia dan guru Gio ikut menghilang?” tanya Siria kepada Julian dan Redd. Julian dan Redd membisu untuk sesaat bahkan mereka tak bergerak sedikit pun. “Apa kau serius dengan hal itu?” tanya Julian. “Aku tidak sengaja melihat sebuah kertas di atas meja kepala sekolah tentang daftar guru yang hilang. Dan ya … di sana ada nama dari lima orang guru,” beber Zachary. “Astaga, tapi bukankah guru Gio dikenal yang paling kuat diantara guru yang lainnya?” tanya Julian. “Semua orang juga mengetahui hal itu, tetapi kenyataannya memang tidak ada lagi yang melihat bahkan mendengar kabar dari guru Gio. Terlebih saat ini semua kegiatan di sekolah di tiadakan.” Zachary berkata. “Kasus ini semakin membingungkan sekaligus menakutkan. Aku tidak dapat berpikir dengan jernih jika kasus baru terus bermunculan,” kata Julian. “Bukan tidak mungkin juga akan ada yang lainnya bertambah dalam waktu dekat,” ucap Hans.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN