“Ya?” Anggun masih mengernyitkan dahi merasa tidak mengenal orang itu. “Mau saya antar pulangnya? Saya perhatikan kamu sudah lama berdiri di sini.” Pria itu mengulang pertanyaannya. “Terima kasih, tapi maaf kita tidak saling mengenal,” ujar Anggun dengan sedikit ketakutan. Terpaksa Anggun meninggalkan lobby menerobos derasnya air hujan untuk mencegat taksi di jalan raya. Sesekali menoleh ke belakang takut pria itu mengikutinya. Perempuan itu terjatuh ketika heels yang dikenakan patah. Dengan segera ia bangun dan melepaskan sepatunya mengabaikan nyeri pada lutut yang berdarah. Setelah menemukan taksi, Anggun langsung naik mobil tersebut meski seluruh tubuhnya basah kuyup. Ia kembali menoleh ke belakang, kemudian menghela napas lega ketika tahu pria itu tidak mengejarnya. Pukul delapa

