Mendengar Bas mengatakan hal itu, El menariknya pergi ke pantai, menjauh dari Naomi dan tak peduli meski Naomi memanggil pria itu berulang kali. Ada yang harus dibicarakan, kan? Ada yang harus diluruskan. “El, mau ke mana?” tanya Bas, tangannya masih ditarik wanita itu. “Kamu ngasal, ya! Kenapa bilang gitu ke Naomi? Dia bisa salah paham!” El berteriak, saat mengempas lepas tangan itu. Bas mendecih heran. Dirinya masih ingin bercanda dalam situasi ini, tapi, El tampak benar-benar marah. “Memang kenapa kalau dia salah paham? Dia bukan siapa-siapa aku.” “Dia tunanganmu, calon istri kamu, Bas!” El memekik, mengingatkan Bas, siapa tahu, Bas menderita hilang ingatan. Bas mendecih tak percaya. “Kamu percaya sama dia? Kamu percaya dia dibanding aku?” “Aku nyalain HP, kemarin. Aku keluar kama

