Obsesi (3)

1008 Kata

Kamal sangat bekerja keras, bahkan menjadi barista di sebuah klub malam kelas dua yang kebanyakan orang-orangnya adalah remaja-remaja yang baru coba-coba. Di antara dentuman musik dan kerlap-kerlip lampu, pria itu mengenal sesosok wanita. Naomi Moon. Sedang apa dia di sini? Tentu saja, membuntuti Kamal. * Waktu itu, di bioskop pun seperti itu. Kamal menonton sebuah film horor luar negeri kemudian tahu-tahu, Naomi duduk di sebelahnya, menyeruput diet cola dan popcorn asin. Saat Kamal bertanya, “Ngapain di sini?” “Gue?” Naomi menunjuk diri sendiri. “Gue lagi sewa 1 studio ini biar bisa ngobrol berdua sama lo.” Kamal mendecih tak percaya, lalu berdiri, mencangklong tas ransel di pundak. “Kalau gitu, selamat nonton sendirian,” ucapnya, berlalu pergi. Naomi menarik ujung kemeja Kamal teng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN