Jangan Terulang Lagi

1374 Kata

Jantung Frans seakan dihancurkan dari dalam. Ia mematung dengan mata melotot menatap Nana yang juga tengah menatap balik padanya dengan nyalang. Rahangnya mengeras dan kedua tangannya mengepal. “Aku mencintaimu. Tidakkah kau mengerti?” Tanya Frans dengan suara tertahan. Dengan bibir bergetar, Nana menggeleng. “Aku tidak peduli lagi padamu.” Kemudian Nana segera mencuci tangannya asal dan melangkah kembali ke dalam rumah. “Na, ayo kita bicara. Maaf aku sudah berteriak-teriak.” Frans mengikuti langkah cepat istrinya. Namun, Nana tidak menggubris pria itu. Ia tetap melangkah menuju kamarnya. Ketika ia tiba di depannya, ia langsung masuk ke dalam. Pintu tertutup tepat di depan wajah Frans. Baru saja ia meletakkan tangannya di gagang pintu tersebut, ia mendengar suara kunci diputar dari b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN