Pintu rumah itu terbuka, menampakkan seorang wanita berambut model bob dan seorang pria tinggi tanpa atasan yang memperlihatkan tubuh berotot besarnya yang dipenuhi tato. “Selamat pagi. Maaf mengganggu,” Sapa seorang pria dengan rambut rapih dan tubuh berbalut kemeja hitam. “Se-selamat pagi,” Sahut Nana canggung seraya memperhatikan wajah ketiga orang itu satu persatu. “Senang bertemu anda kembali, Bu Nana.” Ucap Ferdinand. “I-iya. Terima kasih,” Balas Nana. Ferdinand tersenyum. “Saya datang untuk mengantar barang-barang yang Pak Frans butuhkan untuk menginap di sini. Apa kami boleh masuk ke dalam?” “Boleh. Silahkan,” Nana melangkah mundur hanya untuk menabrak tubuh Frans. “Terima kasih sudah mengijinkan mereka masuk. Di mana aku bisa meletakkan barang-barangku, Na?” Frans memegang

