Lampu Hijau

1387 Kata

Kening Bagas seketika mengkerut. Ia menatap terkejut pada pria dengan kemeja putih yang seluruh tangan dan lehernya nampak dipenuhi tato. Namun di samping penampakannya yang seperti preman, ia memiliki wajah yang terasa familiar baginya. “Kau… bukankah kau pria yang ada di sekolah kemarin?” Tanya Bagas. “Um… Mas Bagas, ada yang perlu aku jelaskan,” Nana menempatkan dirinya di antara kedua pria itu. Frans melirik Nana. Melihat wajah gugup wanita itu membuatnya semakin geram. Ia menarik napas panjang untuk mengendalikan emosinya karena saat ini ada anak kecil di antara mereka. “Ya, jelaskan padanya siapa aku, Na.” Ucap Frans tanpa melepaskan tatapan menusuknya pada Bagas. “Mas, perkenalkan. Ini adalah Frans, ia…” Nana terhenti dan menggigit bibir bawahnya. Alis Frans menukik tajam. Ia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN