“Tinggal di sini? Apa maksudmu?” Kening Nana mengkerut. Frans mengangguk. “Kebetulan, aku memiliki beberapa proyek di sini. Kau berkata bahwa Lucy tidak akan pindah sekolah, maka itu artinya aku juga harus menetap di sini.” “Tidak. Ini adalah rumahku. Aku tidak mengijinkan kau tinggal di sini.” Ucap Nana tegas. “Na, dengarlah. Aku baru saja bertemu dengan putriku setelah terpisah darinya selama lima tahun. Aku ingin menghabiskan waktuku sebanyak mungkin bersamanya. Mungkin tidak lama lagi, aku harus kembali ke Jakarta karena kantor pusat ada di sana. Aku masih harus memikirkan bagaimana caranya aku bisa terus bertemu Lucy dengan pekerjaanku yang padat di Jakarta. Karena itu, selagi aku masih memiliki banyak waktu di sini, tolong ijinkan aku tinggal bersama Lucy.” Tentu saja penjelasan

