Cahaya matahari menerobos tirai kamar, jatuh pelan di punggung Rafka yang masih setengah tidur. Ia baru saja membuka mata… ketika menyadari ada sesuatu yang menempel kuat di tubuhnya atau lebih tepatnya: seseorang. Anggita. Si Aries kecil itu bergelung di dadanya seperti koala yang takut dilepas. Kaki melilit pinggang, tangan melingkar di leher, wajah menempel tepat di lekuk bahu Rafka. Bahkan napasnya yang hangat membuat Rafka tersenyum kecil tanpa sadar. Hal yang membuat Rafka tersenyum lebih lebar adalah Anggita masih tidur… tapi clingy-nya level overdosis cinta. Rafka mengusap rambutnya lembut. “Gita…” Anggita tidak menjawab. Justru menarik dirinya makin dekat sampai napas hangatnya terasa di kulit leher Rafka. “Hmm…” Suara Anggita serak, bangun dengan cara paling menggoda tanpa s

