Anggita berencana makan siang dengan Rafka siang ini. Sudah dari pagi mereka saling chat—lebih tepatnya atas permintaan Gita yang clingy setelah malam penuh “olah raga suami-istri” yang bikin lututnya agak goyah. Gita menatap ponsel sambil tersenyum-senyum sendiri, jari-jarinya mengetik cepat: Lunch bareng ya? Aku lagi craving carbonara. Tak lama, balasan datang. Rafka: Tentu, My wife. Aku jemput jam 12. Jangan kabur meeting lagi. Anggita tersenyum-senyum sendiri saat membacanya. Aries yang biasanya galak mendadak berbunga-bunga. Setiap kali membaca pesan Rafka, hatinya berdegup kencang, karena rasa sayang, rasa penasaran dan rasa senang yang campur aduk. Sekarang, sudah jam 11.50, ponselnya berdering. Nama Rafka terpampang jelas. Anggita tersenyum lalu buru-buru mengangkatnya. “Saya

