Bab 62 Kejutan dan Kabar

1324 Kata

Matahari baru merangkak naik ketika Anggita terbangun, tapi tempat di sebelahnya kosong. Selimut di sisi itu sudah dingin, menandakan Rafka bangun cukup lama. Ia sempat mengerjap bingung, sampai kemudian mencium wangi harum bubur ayam dari dapur. Anggita menarik napas panjang, tubuhnya masih lemas dan agak pegal karena haid. Tapi yang paling terasa adalah tenang—perasaan yang jarang sekali ia rasakan sebelum bersama Rafka. Lelaki itu benar-benar membuat semuanya terasa aman. Perlahan ia bangun, berjalan kecil menuju ruang tengah. Di sana, Rafka berdiri dengan apron abu-abu, rambut sedikit berantakan, memegang mangkuk bubur cantik lengkap dengan topping, sambil memerhatikan ponselnya untuk memastikan resepnya benar. “Gitaaa…” Suara Rafka langsung melunak begitu melihat istrinya muncul di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN