Bab 92 Sambutan hangat

1250 Kata

Hari kepulangan itu tidak terasa seperti akhir dari sesuatu. Justru seperti awal yang sesungguhnya. Kemarin perawat memberitahu bahwa Anggita boleh pulang. Jadi, pagi ini, Anggita rencananya akan pulang setelah dipantau dokter apakah aman sudah pulang atau tidak. Matahari masuk lewat jendela kamar rumah sakit, lembut, tidak menyilaukan. Seperti tahu—hari ini bukan hari untuk tergesa-gesa. Rafka sudah siap sejak subuh. Tas bayi tersusun rapi di sudut ruangan, isinya diperiksa ulang meski sebenarnya tak ada yang berubah sejak semalam. Dokumen tersimpan di map bening. Kursi mobil bayi sudah dipasang ulang tiga kali—bahkan sempat dilepas dan dipasang lagi hanya untuk memastikan pengaitnya benar-benar terkunci. Jaket Anggita—yang paling lembut, paling longgar—digantung di punggung kursi. Set

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN