Terkubur

1046 Kata
Semua orang menunggu fakta bahwa Frans memang vampir. Dengan tidak sabar mereka selalu menengok ke arah peti. Berharap Frans sudah bangun di sana. Namun mereka justru terkejut oleh suara serigala yang begitu dekat. Tiba-tiba Alferd masuk bersama beberapa orang asing. Mereka langsung membuat orang-orang di dalam ruangan terpojok. "Ada apa ini Alferd?" tanya Adam. "Kita diserang serigala besar Tuan, Werewolf," ucap Alferd. Adam dan yang lainnya terkejut. Mereka langsung merapatkan diri. "Beraninya mereka, mengapa mereka menyerang?" tanya Samuel. "Mereka tidak ingin Tuan Frans bangkit, tapi tenang saja, kami akan melindungi kalian," ucap Alferd. Lantai dan atap rumah bergetar. Adam berencana kabur lewat jalan rahasia. Rencananya itu didukung Alferd. Secara bersama mereka pun menuju ruang rahasia. Namun terlambat, para serigala itu datang dan menyerang. Peti mati Frans diturunkan karena orang-orang asing yang ternyata vampir itu harus melawan serigala. Beruntung bantuan datang. Banyak vampir telah tiba dan langsung bertempur. Kesempatan itu digunakan Alferd untuk membawa Adam dan keluarga Blue Sky ke jalan rahasia yang mereka tuju. Semua orang telah berhasil masuk. Namun serigala yang mengetahui rencana tersebut mencari cara agar mereka semua tidak kabur. Melalui penciumannya serigala telah menghadang mereka di depan juga di belakang. Sebagian yang lain menghancurkan jalan rahasia dari tanah di atasnya. Situasi sangat kacau di dalam rumah Blue Sky. Penghuni panti juga berlarian kabur begitu mendengar suara-suara aneh. Alferd menyesal telah membuat keputusan yang salah. Seharusnya mereka tidak melewati terowongan. Melawan serigala hanya bisa dilakukan di tempat terbuka. Semua orang berteriak begitu jalan rahasia yang mereka lewati runtuh seketika. Dalam sisa kesadarannya Adam sangat menyesal telah berbuat tidak adil pada Frans. Serigala-serigala itu melolong begitu mereka berhasil membunuh semua anggota Blue Sky. Tidak ada lagi sesuatu yang membuat mereka takut. Mereka merasa bebas dan menang telah mengubur semua keturunan Cezar. Para vampir yang tersisa melarikan diri karena mengetahui pimpinan mereka beserta keluarga besarnya terkubur dalam tanah. Sementara itu di tempat lain. Sean bersama Angel pindah ke sebuah kota dimana tak seorang pun mengenal mereka. Angel butuh istirahat. Sean menyewakan sebuah kamar untuk menginap. "Aku merindukan Frans," ucap Angel. "Anda harus sabar. Sementara ini Anda harus aman dari kejaran serigala itu," ucap Sean. Angel masuk ke dalam kamarnya. Ia sangat lelah. Frans yang berdiri di pintu juga tengah duduk dengan mata terpejam. Setelah meminum darah Frans, ia tidak lagi tertarik dengan Angel. Sean justru sangat merindukan Frans. Ia khawatir bagaimana keadaannya si sana. Terdengar suit-an tiga kali di atas atap. Dengan jelas Sean bisa melihat salah satu vampir menunggunya. Mereka pasti membawa kabar dari Blue Sky. Sean segera terbang dan menemui mereka. "Ada kabar apa?" tanya Sean. Wajah mereka nampak tegang. "Ayahmu beserta seluruh keluarga Blue Sky terkubur dalam tanah," ucapnya. Sean terkejut. Kakinya lemah seketika. Berarti Ayah dan yang lain telah meninggal. "Apa yang terjadi mengapa bisa demikian?" tanya Sean. "Kami membuat kesalahan. Keputusan Alferd justru membuat semua orang terjebak. Tetapi keadaan saat itu memang sulit. Kami tidak bisa melindungi orang sebanyak itu," ucap vampir di hadapannya sedih. "Kau harus pergi ke negara lain. Bawa Ratu serta. Menurut ramalanku, Ratu sedang hamil saat ini." Sean terkejut. Ia tidak menyangka jika Angel hamil. Itu berarti keselamatan calon pangeran juga menjadi tanggung jawabnya. "Jangan menunggu lagi. Mereka sangat menginginkan Angel. Pangeran kaum serigala itu sangat ambisius." Sean mengangguk. Ia melompat kembali ke kamarnya. Hari ini mereka berdua akan pergi jauh. *** Ronny anak tertua Samuel terkejut begitu mendengar berita keruntuhan Blue Sky. Ia yang masih kuliah di luar negeri langsung memutuskan pulang. Hari itu juga ia meminta beberapa alat berat menggali terowongan rahasia. Beruntung Ronny menemukan cetak biru dari bangunan Blue Sky itu pun dibantu Brian dan kepolisian. Ronny sangat terpukul begitu mengetahui Ayah, Ibu dan adiknya terkubur bersama yang lain. "Hah, ini menyedihkan. Mengapa semua ini terjadi," ucap Brian frustasi. "Paman, sebaiknya kau katakan makhluk apa ini yang menyerang kita?" tanya Ronny memperlihatkan hasil cctv yang selamat. "Itu werewolf. Ceritanya panjang," ucap Brian. "Ceritakan. Aku punya banyak waktu untuk mendengarnya," sahut Ronny. Brian mulai menceritakan dari sejarah Vampir Cezar sampai saat ini. Ronny yang mendengarkan semuanya seolah tak percaya, namun semua sudah terjadi di hadapannya. "Astaga." Tony memijit kepalanya yang mendadak sakit. Tiba-tiba alat berat berhenti mengeruk tanah. Beberapa jasad telah terlihat. Selanjutnya mereka mengeruk tanah dengan hati-hati menggunakan alat manual. Brian dan Ronny langsung mendekat. Beberapa mayat langsung diangkat. Total tiga belas mayat dan satu peti mati. Mayat itu terdiri dari Adam, Tiara, Hari, Tony, Cloe, Samuel, Miranda, Jessy, Dr. Eva. Dr. Andrew, Alferd dan dua lagi yang tidak diketahui identitasnya. Mayat mereka sudah agak bengkak. Ronny dan Brian langsung meneteskan air mata melihat semua mayat yang merupakan keluarga besar keduanya. Tubuh Ronny bergetar. Brian pun demikian. Tidak ada kata yang bisa mewakili kesedihan mereka. Mayat-mayat itu langsung dibawa untuk dimandikan sebagaimana mestinya untuk dibawa ke rumah duka. "Anda sungguh tidak ingin membuat tuntutan?" tanya seorang polisi. Ronny dan Brian serempak menggeleng. Polisi itu menghela napas. "Sayang sekali. Padahal ada banyak hal ganjil dalam peristiwa ini. Lalu peti itu mau diapakan? Kami tidak bisa membukanya," ucap Polisi itu lagi. "Biarkan saja di sini, jangan lupa mengabari media jika ini murni bencana alam," ucap Ronny. Polisi itu mengangguk, lalu pamit pergi. Ronny segera duduk, sembari memperhatikan para pekerja yang kini sibuk menutup lubang yang tadi di kali. Rencananya ruang bawah tanah itu akan ditutup selamanya. "Aku tidak tahu setelah ini akan bagaimana?" tanya Ronny. "Sementara, kau yang harus mengurusi semua kekacauan ini. Aku akan membantu," ucap Brian. Ronny mengangguk. Lalu ia meminta beberapa pekerja untuk membawa peti ke dalam aula. Brian dan Ronny memeriksa keadaan peti. "Mungkin ini peti Frans yang belum sempat dikubur. Sebaiknya kita periksa dulu. Jika semua baik kita kuburkan bersama nanti," ucap Brian. Ia menekan tombol peti. Dalam sekejap pintu peti terbuka. Ronny melihat ke dalam peti. Ini adalah pertemuan pertamanya dengan Frans. "Ternyata dia memang tampan sekali. Pantas Jessy sangat menyukainya," ucap Ronny seraya kembali menitikkan air mata mengingat kematian adiknya. "Mayatnya masih bagus. Ia seperti hanya tengah tertidur," ucap Brian. Ronny setuju. Tidak ada pembengkakan, luka busuk dan sebagainya. Ronny dan Brian kembali duduk. Mereka merasa pening karena terlalu banyak menangis. Tiap memikirkan semuanya air mata selalu saja keluar. Semakin lama syaraf mata keduanya jadi sakit. dan kepala mereka pening. "Aku ingin membalas semua serigala itu. Namun bagaimana caranya," ucap Ronny.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN