Dr. Eva dan Dr. Andrew langsung ke rumah duka. Mereka baru datang dari luar negeri. Begitu mendengar kabar jika Frans meninggal Dr. Eva langsung mengajak Dr. Andrew menuju Blue Sky. Ada hal yang harus ia beritahukan kepada Adam sebelum semua kembali kacau. Saat Blue Sky masih ramai para pelayat. Dr. Eva butuh ruang privasi untuk berbicara dengan Adam.
"Tuan Adam, aku ingin bicara denganmu empat mata. Ini penting," ucap Dr. Eva.
Adam menyusut matanya yang sembab. Ia segera mengajak Dr. Eva ke sebuah ruangan yang tertutup dan agak sepi.
"Aku senang kau datang," ucap Adam dengan murung. Raut wajah tuanya sudah nampak. Ada banyak garis kerutan bahkan sebagian rambutnya mulai beruban.
"Tuan Adam, saya minta maaf. Harusnya saya menceritakan ini sejak dulu. Tapi Frans meminta saya untuk merahasiakan ini," ucap Dr. Eva.
"Frans? Rahasia apa?" tanya Adam penasaran. Begitu nama anaknya disebut Adam langsung tertarik mendengarkan.
"Jika benar Frans sekarang meninggal karena tabrakan. Sesungguhnya dia belum meninggal Tuan," ucap Dr. Eva.
"Apa maksudmu?" Adam mengernyit. Ia merasa salah dengar. Atau Dr. Eva salah menduga.
"Dia Vampir Tuan. Aku mengetahuinya melalui Dr. Andrew. Frans sudah berubah menjadi vampir saat ia tiba dua hari di sini."
Adam tertegun. Ia merasa apa yang didengarnya adalah sebuah kepalsuan. Selama ini Frans belum pernah menunjukkan perilaku vampir selama dan sepanjang ia lihat. Ia makan seperti biasa, terluka seperti biasa. Ia juga cukup ramah meski sejak selamat dari penculikan sikap Frans agak berubah.
"Itu tidak mungkin. Dia menghembuskan napas terakhirnya di pangkuanku," ucap Adam.
Dr. Eva tidak tahu harus menjelaskan dari mana. Ia hanya ingin meyakinkan bahwa Frans tidak akan mati semudah itu.
"Baiklah, jika dia vampir mengapa dia tidak mengabariku. Aku ayahnya," ucap Adam dengan suara bergetar.
"Itu karena kau pimpinan yang dipercaya pemerintah untuk membasmi sisa vampir yang tidak bisa berubah jadi manusia atau mereka yang tidak ingin menjadi manusia. Ingat? Frans tidak ingin kau kecewa. Dia memikirkan bagaimana perasaanmu jika mengetahui jika anaknya sendiri menjadi vampir dan tidak bisa menjadi manusia lagi meski sudah diberi virus human di tubuhnya. Saat itu aku melihat keputusasaan di matanya. Ia sangat menyayangimu Tuan Adam. Pasti selama ini ia sangat kesulitan menghadapi perubahan pada dirinya sendiri. Memikirkan bagaimana perasaannya saja aku takut. Ia pasti merasa sangat kesepian dan menderita. Kurasa kau yang paling mengerti apa yang dirasakannya Tuan Adam. Bukankah dulu kau juga sempat tertekan saat berubah menjadi vampir, " ucap Dr. Eva.
Mendengar semuanya Adam terduduk di lantai. Ia kembali menangis mengenang perbuatannya kepada Frans selama ini. Ia masih ingat bagaimana rasanya menjadi berbeda. Saat itu Adam masih memiliki banyak paman yang mendukungnya yang juga masih vampir. Sementara Frans, ia berjuang sendirian tanpa ada yang membimbing dan menguatkannya. Ia benar-benar sendirian.
Adam bangkit, ia berlari ke peti jenazah Frans yang belum di kebumikan. Ditatapnya wajah Frans yang memucat dengan wajah terpejam. Vampir akan terluka saat ia dalam keadaan putus asa. Frans pasti sangat tertekan. Dikurung selama seminggu dan begitu keluar ia harus menerima kenyataan jika ayahnya sendiri mengusik keberadaan isterinya. Vampir sangat posesif, saat itu ia pasti marah dan kecewa.
Adam segera mencari Tony. Begitu menemukannya, Adam meminta Tony mengikutinya. Tony yang juga sangat berduka menatap Adam dengan mata bengkak.
"Katakan Ton. Katakan yang sebenarnya tentang Frans. Semua hal yang kalian sembunyikan selama ini dariku. Aku ingin mendengarnya," pinta Adam. Ia sangat meyakini Tony mengetahui semuanya.
"Maaf paman, aku sudah berjanji kepadanya," ucap Tony. Air matanya kembali meleleh.
Adam langsung mendudukkan Tony di kursi sementara Adam berjongkok di hadapannya.
"Dengar, kau ingin Frans kembali hidup?" tanya Adam.
Tony langsung mengangguk. Adam meraih tangan Tony dan menaruhnya di atas kepala Adam.
"Aku berjanji akan membangkitkan Frans, asal kau mengatakan semuanya sekarang. Kau tahu, dulu paman ini Kaisar vampir. Dulu paman vampir. Meski sekarang sudah jadi manusia biasa, paman masih hapal semua tentang vampir. Jadi aku mohon, demi Frans katakanlah," pinta Adam.
Tony menatap Adam. Ia sedang mempertimbangkan apakah akan bercerita atau tidak.
"Benarkah dia bisa bangun lagi?" tanya Tony kembali.
Adam mengangguk yakin. Melihat kesungguhan Adam Tony mulai bercerita. Sejak Frans berubah pertama kali. Perjuangannya menyembunyikan identitas. Ketika jatuh cinta hingga kisah Frans di pulau Darkness. Ia juga memberitahukan jika Frans sudah menjadi pemimpin para vampir. Bahwa Frans juga yang mendamaikan pemerintah dan menghancurkan rudal tempo hari. Tony juga mengatakan uang yang selama ini ia gunakan hanyalah untuk menafkahi Angel istri yang terpaksa ia nikahi di pulau Darkness. Selama ini Frans meminta merahasiakan semuanya dari Adam hanya karena satu alasan, ia tidak ingin mengecewakan ayahnya.
"Frans menyadari di usianya yang sekarang tidak seharusnya ia menikah. Ia mengira paman akan kecewa jika mengetahui semua yang menimpanya. Frans lebih takut melihat Paman Adam kecewa dan memilih menjalani hidup dalam tekanan," ucap Tony.
Mendengar semua cerita tersebut, Adam merasa gagal menjadi orang tua yang baik. Ia ingin menebusnya dan memperbaiki semuanya dari awal.
Di balik pintu, Alferd yang menguping pembicaraan itu hanya bisa menghela napas. Ia melangkah pergi seraya berusaha menghubungi Sean yang tak kunjung bisa dihubungi, ia khawatir terjadi sesuatu dengannya dan terutama sang ratu.
Setelah berbicara dengan Tony, Adam memutuskan menutup pintu Blue Sky. Apalagi hari sudah menjelang tengah malam. Kemudian ia meminta beberapa penjaga keamanan untuk mengusung peti mati berikut jasad Frans ke dalam ruang kerjanya. Semua orang yang melihatnya bertanya-tanya.
"Dam, apa yang hendak kau lakukan?" tanya Samuel.
Sementara Tiara takut menanyakannya. Ia memeluk Cloe dan menatap Adam dari jauh. Sementara Dr. Andrew segera melihat kondisi Frans melalui kemampuan vampirnya.
"Ia belum mati," ucap Dr. Andrew.
Adam mengangguk. Dr. Andrew yang masih setengah vampir tentu bisa mengetahuinya.
"Aku tidak tahu selama ini Adam meminum darah siapa?" tanya Adam.
"Biasanya darah Tony. Tapi untuk pembangkitan kurasa darahmu cukup Tuan Adam," ucap Dr. Andrew.
Samuel yang sejak tadi menguping langsung merangsek masuk. Ia tidak rela jika orang yang sudah meninggal akan dibangkitkan dengan darah vampir.
"Aku tidak rela jika hanya demi anakmu kau membuat Frans menjadi vampir," ucap Samuel.
"Tidak Ayah. Sejak awal Frans memang vampir," ucap Jessy.
Samuel terkejut. Bagaimana mungkin Jessy mengetahuinya.
"Itulah maksudku Sam. Aku akan menceritakannya nanti," ucap Adam.
Semua orang mendekat dan memasuki ruangan. Adam meraih sebuah belati lalu melukai tangannya. Darah yang sudah menggenang ia teteskan ke dalam mulut Frans yang sedikit terbuka. Lalu setelah dianggap selesai. Adam mengikat luka di tangannya dengan dibantu Tiara.
Perlahan tapi pasti. Warna kulit pucat Frans mulai terlihat segar. Wajahnya pun demikian. Bibirnya pun mulai merah merona alami. Semua perubahan itu disaksikan semua orang.