After Dead

1029 Kata
Setelah pemakaman selesai. Media dihebohkan dengan kembalinya Frans dari kematian. Sebagian orang menganggapnya keajaiban sebagian lain menganggap kejadian itu sebagai hal ganjil. Namun, sebanyak apapun spekulasi masyarakat. Fans berat Frans dan Fans keluarga Cezar mendukung penuh kembalinya Frans. Jajaran dewan direksi perusahaan Blue Sky juga mulai menatap Frans sebagai penerus tampuk kekuasaan Blue Sky. Frans yang awalnya tidak tahu seperti apa kekayaan dan pengaruh ayahnya. Mau tak mau mempelajari semuanya dengan dibantu Ronny yang selama ini sering ikut Samuel dalam perjalanan bisnisnya. Ia memiliki wawasan luas dan tanggap akan situasi. Hanya satu hal yang Ronny tak pahami yaitu tentang vampir dan kekuasaannya. Bagian itu menjadi bagian Brian untuk membuat keduanya mengerti. Ia membuka kitab Cezar yang selama ini ditutup dan berdebu untuk keduanya pelajari. Terutama tentang aturan pangeran dan kewajiban para pengabdi seperti Brian dan Ronny. Sementara itu istana Blue Sky yang rusak parah di area belakang kembali dibangun lebih megah dari sebelumnya. Sebagai antisipasi p*********n lagi. Frans memanggil sebagian vampir untuk menjaga Blue Sky. Mereka bekerja sebagai tukang sapu, kebun, pelayan, hingga penjaga gerbang. "Tuan, akan ada banyak tamu yang datang. Apa anda akan menemui mereka?" tanya Ronnie. Frans menatap Ronnie, "Biar Brian saja. Aku benar-benar tidak ingin bertemu siapa pun?" ucap Frans. Ronnie tidak bisa berbuat apapun. Seharusnya sebagai tuan rumah Frans yang menemui mereka tapi siapa yang bisa memaksanya. Ronny tak akan berani melakukannya. Frans menghela napas. Kapan para tamu akan berhenti berdatangan. Ia ingin segera beraksi. Tangannya gatal untuk menghantam moncong serigala itu. Mereka tidak bisa dimaafkan. "Frans, kali ini kau tidak bisa menolak tamu ini," ucap Brian memasukkan dua orang wanita. Satu sudah berumur dan satunya masih muda dan cantik. Aroma tubuhnya juga menarik. Frans membenarkan posisi duduknya. Ia tersenyum tipis. "Siapa kalian?" tanya Frans. "Aku Ane dan ini anakku Marie. Kami ke sini mau menyerahkan ini," ucapnya. Ane meletakkan sekeranjang buah apel merah di meja. Frans tak mengerti. Ia lebih tertarik menatap Marie. Gadis itu terlihat takut namun selalu mencuri pandang di belakang ibunya. Takut tapi mau. Menggemaskan, batin Frans. "Apel ini biasanya tuan Adam yang pesan. Lalu dia memberi kami uang. Rasanya manis. Karena berasal dari pohon depan rumah kami," ucap Ane lagi. "Aku penasaran. Bisakah anak gadismu itu membawakannya satu untukku kemari. Sejak menjadi Yatim aku kadi malas bergerak, tidak berminat pada apapun dan juga tidak ingin makan," ucap Frans terlihat lesu. Melihat itu Ane langsung menyenggol Marie agar membawakan satu apel ke dekat Frans. Gadis itu agak ragu melangkah. Mengambil satu apel lalu mendekati Frans. Ia menjulurkan apel tersebut, namin Frans tidak mengambilnya. "Bisakah kau suapi? tanganku masih kaku untuk bergerak. Beginilah kalau baru bangkit dari kematian," ucap Frans. Marie menoleh ke ibunya. Ane langsung mengangguk ke arahnya. Setelah mendapat dukungan ibunya Marie mendekat. Wangi darahnya begitu kuat tercium oleh Frans. Saat Marie menjulurkan apel ke mulutnya, Frans langsung menggunakan kesempatan tersebut untuk menggigit Apel beserta menggores telunjuk Marie dengan taringnya. "Aw," kejut Marie. Apel merah di tangannya terlepas dan jatuh ke lantai. Jarinya terluka. "Aduh, maaf," ucap Frans. Sembari menarik jari Marie ke mulutnya lalu menyesap darahnya. Marie yang terkejut langsung menarik tangannya. Ia kembali ke tempat ibunya menunggu. "Apelnya manis," ucap Frans. Ia mengunyah apel di mulutnya yang sudah bercampur darah Marie. "Terima kasih Tuan," sahut Ane. Brian muncul di pintu. Ia membawa dompet. "Bagaimana? Kau mau meneruskan kebiasaan Ayahmu untuk membeli apel mereka?" tanya Brian. Frans mengangguk. "Beri tambahan dari harga biasanya. Jari gadis itu terluka karena kena gigiku," ucap Frans. Brian segera melaksanakan perintah Frans. Ia memberikan uang lebih dari biasanya Adam beri. Ane sangat berterima kasih akan hal itu. Ia berjanji akan kembali lagi. "Frans kau meminum darah gadis itu?" tanya Brian. "Darahnya manis," ucap Frans. Brian menghela napas," bukankah sudah kukatakan jika pangeran hanya meminum darah abdi atau istrinya." Frans terbang dan mendekati Brian dalam sekejap. "Kata siapa?" tanya Frans. "Kau sudah membaca kitab Cezar kan?" tanya Brian. Frans menarik buku tebal di meja sudut ruangan. Buku tersebut terbang sendiri lalu mendarat cantik di tangan Frans. "Aku tidak bodoh. Ini palsu. Temukan yang asli baru kau boleh mengaturku. Hah, aku sulit percaya. Kakek dan ayahku dibodohi kitab palsu seperti itu. Dari penanya saja ketahuan jika itu ditulis pakai pulpen," gerutu Frans. Ia melempar kitab Cezar ke tangan Brian, kemudian menghilang di tembok. Brian langsung mengambil kaca pembesar. Ia meneliti tulisan dalam kitab tersebut dan benar jika tulisan tangan di dalam lembaran terbuat dari pulpen, bukan tinta abad lalu. Bahkan komponen kertasnya juga. Jadi selama ini aturan yang mereka buat adalah rekayasa. Lalu siapa pelakunya dan dimana kitab aslinya. *** Frans menghela napas berulangkali. Ia merasa hampa. Seolah merindukan sesuatu tapi tidak tahu itu apa. Sejak terbangun dari dalam peti. Ia sama sekali tidak mengingat apapun kecuali Ayah dan Ibunya. Itu pun karena di foto. Brian dan Ronny pun tidak ia kenal. Namun insting Frans mengatakan bahwa mereka adalah keluarga. Karena hanya keduanya yang mengurus semua jenazah saat itu. Selain itu, Frans juga tidak tertarik dengan apapun kecuali darah. Perusahaan, pendidikan, kolega ia pasrahkan kepada Brian. Fokusnya saat ini adalah mengejar para serigala itu. Ia hanya menunggu waktu dimana tidak ada lagi tamu berdatangan. Ia akan mengajak Ronny pergi memburu para serigala. Dimana pun mereka berada tidak akan selamat dari Frans. "Anda memanggilku?" tanya Ronny. Frans mengangguk. Ia duduk di kursi beranda kamarnya seraya menenggak cairan merah di gelas. Dari wanginya Ronny tahu itu darah. Menurut wanginya itu adalah darah Brian. "Apa sudah ada kabar mengenai serigala itu?" tanya Frans. "Ada. Serigala itu dulunya siswa satu sekolah dengan Anda. Putra dari raja serigala koloni Beta. Mereka menyerang kemungkinan karena takut dengan kebangkitan Anda. Mereka terus bergerak ke berbagai negara. Tapi bukan lari melainkan mencari sesuatu. Dan fakta yang mengejutkan menurut vampir bawahan Anda . Mereka mencari isteri Anda. Karena pangeran Beta jatuh cinta kepada istri Anda tuan," ucap Ronny. "Istri? Aku punya istri?" tanya Frans tak percaya. "Benar, menurut kesaksian vampir ini. Istri Anda dalam penjagaan Sean. Mereka lari menghindari kejaran serigala tersebut," ucap Ronny lagi. Frans termenung. Jika dihitung umurnya di dunia manusia, ia masih berumur delapan belas tahun, rasanya mustahil jika dirinya sudah menikah. Bahkan, foto pernikahan mereka tidak ada di rumah. "Ron, panggil vampir itu kemari," pinta Frans. Ia harus mengecek kebenarannya sendiri.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN