Dinner

1077 Kata
Frans mematut dirinya di cermin. Setelah yakin rapi ia pun keluar. Tony langsung berdiri melihat Frans datang. Ia seperti sedang menyambut pangeran yang baru turun dari kamarnya. Tony terpukau dengan penampilan sahabatnya itu. "Kalian sudah mau berangkat?" tanya Tiara. Ia terkejut menyadari adanya anting di telinga Frans. Samar ia teringat dengan mertuanya, Druf. "Wah, pada mau kemana ini," tegur Brian. Ia langsung jatuh cinta melihat penampilan Frans. Frans tak menjawab, ia langsung menyeret Tony ke dalam mobil dimana sopir sudah menunggu. "Jangan terlalu larut!" teriak Tiara lagi melepas kepergian Frans. Selama perjalanan Frans terlihat santai. Sementara Tony sangat tegang. Tiba-tiba mobil berhenti di tengah hutan. Tony bingung mengapa sopir baru yang dipilihkam Adam untuk Frans bersikap aneh. "Selamat malam Yang Mulia!" ucap sang sopir. Ia menengok ke belakang meraih tangan Frans lalu mengecupnya. "Selamat datang kembali Alferd. Kau cukup cerdas memilih untuk menjadi pengawal sekaligus sopir pribadiku. Lalu Sean?" tanya Frans sambil terus mengecek handphonenya. "Dia akan menjadi teman sekelas Anda mulai besok," jawab Alferd. "Baguslah, bagaimana dengan yang lain?" tanya Frans lagi. "Mereka sudah berbaur yang Mulia," ucap Alferd lalu menyalakan mobil. Tony yang sejak tadi bingung. Sama sekali tidak mengerti dengan interaksi keduanya. Selama perjalanan akhirnya Tony memberanikan diri bertanya pada Alferd. Dengan ijin Frans ia pun menceritakan semuanya dari awal hingga akhir. Kini Tony sudah mengetahui segalanya. Ia pun disumpah setia untuk menjaga rahasia. Tak lama mobil mereka sampai di depan sebuah cafe. Keduanya pun turun. Tony mendadak canggung. Ternyata ia memang sedang bersama seorang pangeran yang sudah menjadi Kaisar. Mau tidak mau Tony merasa bangga dengan dirinya sendiri. Ia meneruskan tugas ayahnya yang juga menjadi abdi Adam. Begitu Frans masuk. Semua mata langsung tertuju padanya, berikut dua gadis yang telah menunggunya. Angel dan Mauren tak berkedip menatapnya. Frans dan Tony akhirnya duduk di depan keduanya. Frans dekat Angel sementara Tony di dekat Mauren. "Kau sangat tampan," puji Mauren. "Ibuku juga bilang begitu," sahut Frans. "Kalian berdua juga sangat cantik," puji Frans. Ia memegang tangan Angel yang ada di atas pahanya seraya mengedipkan sebelah mata. Angel langsung gugup melihat sikap Frans. Beberapa makanan pun datang. Keempatnya langsung makan seraya bercakap-cakap. Tony memberanikan diri menanyakan rumah dan apa saja tentang Mauren sementara Frans hanya mendengarkan seraya melirik Angel. Wanita itu sangat cantik dan anggun meski hanya dalam balutan baju sederhana. Lehernya yang jenjang. Kulitnya yang indah. Frans berulangkali meneguk ludah. Jika berhadapan dengan Angel ia merasa akan hilang kendali. Terutama aroma tubuhnya yang sangat ia sukai. "Aku ke toilet dulu," pamit Angel gugup. "Dia sangat cantik kan, tapi sayang dia hanya cucu seorang pembantu. Ayah dan ibunya sudah meninggal, jadi dia tinggal dengan neneknya yang kebetulan bekerja di rumah," ucap Mauren menjawab segala rasa penasaran Frans. "Ah, aku juga mau ke toilet," ucap Frans. Ia berjalan menuju toilet. Namun begitu berpapasan dengan Angel. Ia langsung menarik wanita itu ke sebuah ruang penyimpanan. Angel berusaha terlepas dari pegangan Frans, namun gagal. "Kau sengaja berdandan cantik malam ini? Mencoba membuat lelaki lain menyadari kecantikanmu yang sesungguhnya, huh?" tanya Frans cemburu. Ia sejak tadi menahan diri menyadari beberapa pasang mata selalu melihat ke arah Angel. "Apa maksudmu? Aku sebenarnya tidak mau ikut namun Mauren memaksa," sahut Angel. "Apa aku harus percaya?" "Terserah!" Angel memalingkan wajah. "Lepas, nanti Mauren curiga," Angel kembali meronta. Frans melepaskan pegangannya. Angel langsung menggunakan kesempatan itu untuk segera keluar ruangan sebelum ada orang yang menyadarinya. Beberapa menit kemudian Frans pun keluar dan kembali bergabung di meja. "Setalah ini rencananya kalian akan kemana? tanya Tony. "Tidak ada. Kami akan langsung pulang," ucap Mauren. "Baguslah, biar aku yang bayar semuanya," sahut Frans. "Jangan. Aku yang mengundang kalian. Lain kali kau boleh mengundang kami," ucap Mauren. Frans tidak memaksa. Ia membiarkan Mauren mentraktirnya malam ini. Namun sesuai dugaan sebelum berpisah Mauren meminta keempatnya foto bersama. Lalu ia meminta foto berdua dengan Frans. Melihat hal itu Angel merasa sedikit kesal. Walau bagaimanapun Frans masih suaminya. Melihatnya foto berdua dengan wanita lain rasanya Angel ingin lari dari sana. Mobil milik Mauren datang. Angel membukakan pintu untuk Mauren. Namun Frans harus kembali terkejut melihat Mauren meninggalkan Angel dan membiarkannya berjalan kaki. Mobil Frans pun datang. Keduanya pun masuk ke dalam mobil. "Kau yakin membiarkan Angel berjalan sendirian?" tanya Tony begitu melihat Frans membiarkan Angel berjalan kaki. "Biarkan saja," ucap Frans masih kesal karena Angel berdandan cantik malam ini. Mobil pun melaju perlahan. Mereka melewati Angel yang sedang berjalan kaki. Beberapa pengendara motor terlihat mengganggunya. Kepala Frans langsung sakit melihat hal tersebut. "Berhenti!" Alferd menghentikan mobilnya. Frans langsung turun dan dengan marah. Ia meninju beberapa lelaki yang mencoba menggoda Angel. Pengendara yang tak terima karena dipukul dadakan hendak menyerang. Namun Frans langsung menunjukkan taring dan mata merahnya. Melihat hal tersebut mereka langsung kabur. Saat menarik Angel tak sengaja Frans melihat kamera CCTV di sudut jalan. "Alferd, aku melihat kamera CCTV di ujung sana. bereskan!" perintah Frans. "Baik Yang Mulia," ucap Alferd. Angel terkejut melihat ayah sahabatnya, Jane tengah menjadi sopir Frans. Ia bingung. Sejak peristiwa di pulau itu Angel tak tahu apa yang terjadi. Frans malam itu memang memenuhi janji untuk datang menemuinya namun tanpa kata lalu pergi. "Apa Jane bersama Anda?" tanya Angel memberanikan diri bertanya. "Tidak. Jane ada di kota lain bersama kekasihnya seraya menjalankan bisnis impiannya," ucap Alferd. Angel mengangguk. Ia tak bertanya lagi. "Sejak kapan kau di sekolah yang sama?" tanya Frans. "Sejak kelas satu," sahut Angel. "Tapi aku tak pernah melihatmu," ucap Frans. "Tentu saja kau tak pernah melihat orang lain selain Luna," suara Angel terdengar sedih. Tony yang mendengarkan terkejut mengetahui Angel juga tahu jika Frans menyukai Luna. Frans muak dengan situasi mereka sekarang. Bukan salahnya jika ia mencintai gadis lain namun malah menikah dengan gadis lain lagi. Semua memang sudah terlanjur kacau. "Lalu kau masih berharap aku mencintaimu?" tanya Frans. "A...Aku?" kejut Angel. "Hm, jadi kau mau bilang sama sekali tak tertarik padaku begitu?" Angel tersenyum. "Jangan kau pikir semua wanita menyukaimu. Setiap orang memiliki pria idamannya masing-masing," sahut angel. "Baguslah," ucap Frans meski sebenarnya hatinya kesal mengetahui kenyataan jika Angel sebenarnya tidak menyukainya. Harga dirinya sebagai lelaki paling tampan dan diburu terasa tidak berguna. Mobil berhenti di depan rumah Angel. Ketika Angel hendak turun, Frans menarik Angel lalu mengecup bibirnya sesaat. "Semoga kau terus memimpikanku. Harga diriku tidak terima jika kau sama sekali tidak tertarik padaku," ucap Frans. Angel keluar. Ketika mobil kembali berjalan ia menunjukkan kekesalannya dengan sikap Frans yang terus membuatnya semakin jatuh cinta kepadanya. Bagaimana nanti kalau mereka benar-benar berpisah. Apa yang akan Angel lakukan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN