Frans meminta jenazah istri yang dirahasiakan itu dikubur secara kekeluargaan. Pernikahannya yang tidak tercatat di sipil akan menghebohkan media jika sampai ketahuan, karena itu jenazah Angel dikebumikan secara rahasia.
Pemakaman dilaksanakan dengan diiringi Duka yang amat mendalam. Jenazah Angel yang meninggal setelah operasi Caesar dan belum sempat dijahit akhirnya ditutup dengan menggunakan kekuatan Frans. Setiap kali mengingat kejadiannya. Frans merasa sangat miris dengan kondisi Angel. Menikah hanya disaksikan Alam. Berstatus isteri tapi tidak mendapat pengakuan dari keluarga besar dan khalayak umum. Hidup terpisah dari suami dan menjalani hubungan sembunyi-sembunyi. Hamil dan melahirkan tanpa suami di sisinya. Meninggal setelah melahirkan dengan ditemani ketakutan karena amukan serigala di luar. Dimakamkan hanya dihadiri keluarga dari suami tanpa tetangga dan masyarakat. Mirisnya lagi ia belum menyandang nama Cezar. Frans menyusut air mata darahnya.
"Aku akan memberikan namaku di belakangnya," ucap Frans.
Ia memanjangkan kukunya lalu menulis namanya sendiri di belakang nama Angel. Kini di sana tertulis sebuah nama 'Angel Franace'.
"Beristirahatlah dengan tenang. Aku harap kau bahagia di sana. Aku akan merindukanmu," ucap Frans.
Ia menancapkan batu nisan, lalu pergi bersama Brian, Ronny dan Sean. Berat rasanya meninggalkan area pemakaman keluarga Cezar. Seolah seluruh hati Frans tertinggal di sana.
Sejak hari itu, Frans tak pernah tersenyum kembali. Wajahnya selalu datar, jarang bicara dan sering mengurung diri di kamarnya. Saat bersama, Frans tidak menyadari jika dirinya menyayangi dan mencintai Angel. Baru setelah meninggal ia menyadarinya. Rasa kehilangan yang dirasakannya begitu mendalam.
Sean masuk perlahan. Dilihatnya Frans duduk tanpa semangat. Ia kelihatan lebih kurus dari sebelumnya. Wajahnya lebih pucat dan sinar matanya redup seolah tanpa semangat hidup. Ia menghela napas berulang kali. Saat Sean mendekat ia hanya melihat sekilas lalu kembali memandang keluar jendela.
"Tuan, jangan menghukum diri seperti ini," ucap Sean.
"Apa maumu?" tanya Frans.
"Hamba sudah menerima hukuman darimu. Ari-ari pangeran sudah hamba makan. Hamba akan menjadi abdinya seumur hidup," ucap Sean.
Kali ini Frans bangkit. Ia mengambil sesuatu dari dalam lemarinya laku menyerahkannya pada Sean.
"Aku tidak tahu apakah dia akan menjadi manusia seperti ibunya. Atau menjadi sepertiku. Namun jika kau menemukannya bakar logo naga itu di bahu kirinya. Agar aku mengenalinya," ucap Frans.
Sean mengangguk. Ia pun langsung pamit. Setelah mengetahui riwayat dokter yang membantu persalinan Angel, ia langsung memutuskan untuk menerima hukuman dari Frans. Ari-ari pangeran yang telah menyatu menjadi daging dan darahnya akan membuat Sean langsung mengenali pangeran.
Brian memberikan uang yang cukup. Lalu ia juga meminta agar jika kekurangan sesuatu Sean bisa menghubunginya. Lalu Ronny yang akan mengantarnya ke bandara. Ketika akan berangkat Sean memandang sekali lagi ke kamar Frans.
"Tuan, aku berangkat," ucap Sean. Ia yakin Frans mendengarnya.
***
Sejak kematian Angel jejak serigala koloni Beta semakin sulit ditemukan. Tampaknya mereka kabur dan sering berpindah tempat. Frans tak akan bisa hidup tenang sampai para serigala itu mati di tangannya.
Beberapa mata-mata dikirim untuk mencari jejak serigala tersebut. Sambil lalu menunggu Frans mulai menjalani rutinitasnya. Ia melanjutkan sekolahnya yang sempat tertunda. Saat ujian akhir sekolah dimulai Frans mengikutinya dan lulus dengan nilai terbaik. Ia kembali melanjutkannya ke perguruan tinggi.
Sosoknya yang terkenal memang menjadi pusat perhatian. Namun Frans tidak diijinkan Brian berbaur dengan mahasiswa lain kecuali Ronny. Bahkan beberapa penjaga disewa untuk menjaganya. Sehingga orang-orang hanya bisa melihatnya dan memimpikannya dari jauh. Frans yang telah berubah menjadi sosok dingin sama sekali tidak keberatan dengan peraturan yang dibuat Brian untuknya. Ia memang tidak berminat untuk berbaur dengan siapapun.
"Ron, aku mau ke toilet," ucap Frans.
Ronny mengangguk. Ketika keduanya berdiri dan berjalan keluar kelas. Para penjaga langsung berjalan mengelilingi Frans dan Ronny. Ketika Frans masuk, Ronny menunggu di luar seraya memainkan ponselnya.
Frans segera mencuci muka. Ia sangat mengantuk di kelas. Pelajaran bisnis yang sudah dihapalnya diluar kepala kemudian diulang lagi oleh dosen rasanya membuatnya bosan. Ia berharap mencuci muka membuatnya lebih segar.
"Hai," sapa seorang siswa yang memang sudah ada di dalam toilet.
Frans tak menyahut. Bahkan ia tidak melirik sedikit pun.
"Kau salah toilet. Ini toilet perempuan," tegurnya lagi.
Kali ini Frans mengangkat wajahnya. Melalui cermin ia bisa melihat wajah gadis di sampingnya. Kulitnya sangat putih. Bibirnya merah merona. Bulu matanya lentik alami. Rambutnya panjang tergerai sampai pinggul. Ia sangat cantik dan anggun. Mungkin baru kali ini Frans harus mengakui ada wanita cantik bak bidadari.
"Kau tidak malu?" ucapnya lagi.
Kali ini Frans mendengar suaranya yang lembut. Gadis yang menarik. Frans menoleh, membuat gadis dihadapannya terpana. Tampaknya ia baru menyadari siapa yang diajaknya bicara.
Frans melangkah mendekati gadis itu. Hingga hampir tidak ada jarak yang tersisa. Ia hanya ingin meyakinkan jika dihadapannya memang seseorang bukan sebuah khayalan. Selama ini Frans selalu menganggap memiliki Angel di sisinya. Ia kerap berkhayal Angel terus mengikutinya kemana pun melangkah. Namun kali ini sosok di sampingnya berbeda. Ia ingin memastikan jika sosok itu bukan khayalannya semata. Frans tidak ingin menemui seorang psikolog kemudian dianggap tidak waras, meski selama ini ia mengakui sangat tidak waras mengkhayalkan Angel bersama dirinya, karena itu hanyalah cara baginya untuk bertahan dan kembali menjalani hidup.
"Apa?" tanya gadis dihadapannya lagi.
Frans memperhatikan gerakan bibir itu dan setiap garis wajah dan tubuhnya begitu nyata. Untuk lebih meyakinkan lagi Frans menarik punggung dan kepala gadis tersebut ke dalam pelukannya lalu mencium bibirnya. Hangat.
Frans terkejut. Gadis itu bukan khayalannya. Saking terkejutnya Frans mendorong gadis tersebut menjauh darinya. Lalu ia melangkah pergi dengan wajah memerah.
"Sudah?" tanya Ronny
Frans mengangguk lalu melangkah pergi. Gadis yang tadi dicium kembali tersadar. Ia menyusul Frans ke luar, namun terlambat. Ia hanya bisa melihat bayangannya di antara pria ber jas hitam yang mengelilinginya.
Dilihatnya logo toilet pria di pintu. Gadis itu menepuk jidatnya ternyata dia sendiri yang salah masuk toilet. Tapi mengapa pemuda tampan itu mendadak menciumnya dan mengambil ciuman pertamanya.
"Diana! Ngapain kau di situ. Kita harus segera pulang Ayah ada perlu sama kamu," ucap Felyx.
Diana mengangguk. Ia segera bergegas mengikuti penjaganya yang juga menyamar menjadi seorang mahasiswa.
Di tempat lain Frans masih gelisah. Ia tak sengaja mencium gadis tidak dikenal. Besok ia harus mencarinya dan memintanya untuk merahasiakan yang terjadi. Jika gadis itu bersikeras menolak dan menginginkan uang, Frans tidak akan menolak. Ia akan memberikannya, kecuali gadis itu memaksa untuk menjadi pacarnya.