Beberapa puluh tahun lalu .... Cerita ini dimulai di sebuah kampung, jauh di pedalaman Kota Tasikmalaya. Pada lereng gunung yang hijau dengan tanah yang subur. Terdapat sebuah tempat yang makmur dengan orang-orang ramah penuh sopan-santun. Pagi itu, di petakan sawah penuh padi-padi menguning, orang-orang tengah melakukan aktivitasnya. Bercengkrama dengan alam, bersapa ria dengan sesama. “Bagaimana hasil panennya, Pak Munadi?” tanya seseorang yang sedang berdiri di pinggir sawah. Orang itu memakai seragam serba cokelat. Rambutnya yang lebat kelihatan memutih di beberapa bagian. “Wah, hasilnya bagus, Pak. Kami semua bersyukur atas hasil panen yang melimpah ini,” jawab seseorang di sana, tengah membabat habis padi yang sudah menguning. Pria itu memakai topi dari anyaman bambu bernam

