14.2

2043 Kata

Sudah sebulan lamanya Pak Solihin berada di Bandung, dan istrinya terus saja merasa cemas. Tak ada kabar, tak ada komunikasi. Dia hanya bisa menunggu harap-harap cemas. Entah apa yang menjadi dasar kecemasannya itu, tapi perasaanya mengatakan sesuatu yang buruk akan terjadi. Setiap hari wanita anak satu itu terus saja menghitung tanggal. Khawatirnya bertambah seiring bergantinya lembar kalender. Hari pun berjalan terasa sangat lambat, dan itu malah membuat rasa cemasnya membabi buta. Sebenarnya, apa yang akan terjadi sampai membuat dirinya begitu takut? Hal mengerikan apa yang menunggunya di depan sana? Apa yang bisa dia lakukan saat semua ketakutan itu benar-benar terjadi di saat suaminya masih belum pulang? Wanita itu menggeleng tak mengerti. Setiap hari, semua pertanyaan itu tak p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN