Semua warga berbondong-bondong naik ke dataran tinggi tebing Galunggung. Belum ada tangga yang dibuat warga di sana, semua masih mencoba merangkak naik dengan susah payah. Belum lagi, mereka harus menyeret kerbau dan kambing yang tak jarang pula meronta tak mau naik. Warga membawa begitu banyak sesajen ke atas sana, dengan harap iblis yang sedang mereka sembah itu mendengar dan mau bekerja sama atas apa yang sudah mereka lakukan. Setidaknya, dikatakan sepadan dengan usaha mereka saat itu. Pak Solihin dan beberapa tetua lainnya memimpin acara. Mereka berada di depan, diikuti warga lainnya yang juga menyeret kerbau dan kambing. Wanita tua dan anak-anak membawa puluhan gelas di tangannya, dua teko berisi penuh kopi hitam juga mereka bawa. Mereka sampai di tempat tujuan kala siang sudah

